Nyeri Sendi pada Lansia : Cara Mengatasinya dengan Aman

Senin, 05 Okt 2026
dr. Vidya Hartiansyah
Senin, 05 Oktober 2026
dr. Vidya Hartiansyah

Salah satu kondisi yang sering dialami oleh lansia adalah masalah pada sendi. Seiring bertambahnya usia, nyeri sendi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu, bukan berarti para lansia dibiarkan begitu saja mengalami keluhan ini. Berbagai penanganan diupayakan untuk membantu mengurangi gejala, sehingga lansia dengan masalah nyeri sendi tetap dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan nyaman.

Bila masalah sendi dibiarkan, penderitanya dapat mengalami berbagai kendala, seperti misalnya menjadi tidak mandiri (harus selalu dibantu untuk beraktivitas), peningkatan risiko terjatuh, gangguan tidur (karena rasa nyeri), kecemasan, hingga depresi.

 

Tatalaksana Nyeri Sendi pada Lansia

  1. Obat-obatan

Banyak lansia yang enggan memeriksakan diri dan tidak mau minum obat karena takut dengan efek samping obat, atau menganggap nyeri sendi pada lansia adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari proses penuaan sehingga tidak melakukan tindakan apapun untuk mengatasinya. Padahal, dengan jenis dan dosis yang tepat, serta pemantauan yang ketat, penggunaan obat-obatan untuk mengatasi nyeri sendi pada lansia merupakan pilihan yang aman dan efektif.

Obat-obatan dapat digunakan pada nyeri sendi sedang hingga berat, yang mengganggu fungsi gerak dan aktivitas sehari-hari. Beberapa obat nyeri sendi pada lansia yang umumnya digunakan yaitu:

  • Obat anti-inflamasi non-steroid. Misalnya parasetamol, meloxicam, celecoxib, ibuprofen, natrium diclofenac. (Jangan minum obat tanpa petunjuk dari dokter. Pastikan Anda membaca petunjuk tentang cara minum obat dengan baik).
  • Obat oles atau patch. Misalnya krim yang mengandung capsaicin, natrium diclofenac, lidokain.
  • Obat-obat untuk nyeri saraf. Misalnya gabapentin.
  • Obat-obat intra-atricular (yang disuntikkan langsung ke sendi). Misalnya kortikosteroid, asam hyaluronat.

Dokter akan mempertimbangkan jenis dan dosis obat yang tepat, bergantung pada kondisi masing-masing pasien (beratnya penyakit, kemampuan untuk mengingat atau mematuhi dosis, apakah ada obat-obatan lain yang dikonsumsi, dan sebagainya).

  1. Terapi Fisik dan Latihan Ringan

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi nyeri sendi pada lansia, dan dapat terus dilakukan tanpa khawatir dengan kepatuhan atau efek samping adalah terapi berbasis gerakan.

Program terapi fisik khusus untuk masing-masing pasien difokuskan untuk mengembalikan fleksibilitas, stabilitas sendi, dan mengoreksi postur dan masalah cara berjalan yang berperan pada timbulnya nyeri. Terapi ini dapat mengurangi kaku dan radang pada sendi, menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang sakit, mengurangi risiko terjatuh, dan meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

  1. Injeksi dan Blok Saraf

Pada keluhan nyeri yang terlokalisir dengan tepat, misalnya pada lutut, bahu, atau yang lain, terapi ini dapat meredakan nyeri dengan cepat. Prosedur berisiko rendah ini membantu mengurangi peradangan dan menghambat sinyal nyeri yang dikirimkan ke otak. Injeksi dapat diulang dalam interval tertentu dan seringkali dilakukan bersama dengan terapi lainnya.

  1. Alat Bantu

Alat bantu berjalan, misalnya tongkat, dan brace ortopedi, dapat membantu mengurangi ketegangan pada sendi yang sakit, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan memberikan rasa percaya diri bagi pasien untuk bergerak tanpa takut merasa sakit dan tidak bergantung pada obat. Penggunaan alat batntu juga dapat mendukung proses penyembuhan setelah cedera atau operasi, dan sebagai pelengkap terapi fisik.

  1. Terapi Regenerasi

Terapi ini menggunakan mekanisme kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Terapi regenerasi bersifat invasif minimal, yang dapat menstimulasi perbaikan dan regenerasi tubuh. Jenis terapi regenerasi misalnya terapi PRP (platelet-rich plasma) dan proloterapi. Terapi ini menunjukkan hasil yang baik untuk mengatasi nyeri sendi kronis dan nyeri jaringan lunak, terutama pada lansia yang tidak ingin menjalani operasi.

  1. Terapi Lainnya

Beberapa tindakan lainnya yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi nyeri sendi pada lansia diantaranya:

  • Teknik relaksasi. Misalnya meditasi, yoga atau tai chi, tarik napas panjang, mendengarkan musik, dan lainnya, dapat dicoba untuk membantu mengurangi nyeri.
  • Akupuntur. Sebagian pasien mendapati bahwa akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri. Bisa diperlukan beberapa minggu hingga perbaikan dirasakan.
  • Kompres hangat dan dingin. Kompres air hangat, mandi atau berendam air hangat dapat meredakan nyeri sendi sementara. Batasi kompres hangat hanya 20 menit setiap kali kompres.

kompres untuk nyeri sendi pada lansia

Kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan, terutama setelah beraktivitas. Jangan langsung tempelkan es ke kulit, gunakan kain atau handuk tipis untuk membungkus es.

  • Pijat. Pijat dapat mengurangi nyeri dan kaku dalam waktu singkat. Jangan lakukan pijat sembarangan, pastikan terapis Anda profesional dan berpengalaman mengatasi kondisi Anda.
  1. Perubahan Gaya Hidup Sehari-hari

Selain terapi-terapi di atas, pastikan juga untuk berhati-hati menggerakkan sendi yang nyeri dalam aktivitas sehari-hari.

  • Lakukan peregangan ringan setiap hari
  • Jaga postur tubuh, baik saat duduk, berdiri maupun berjalan
  • Kenali batasan kemampuan diri. Jangan beraktivitas berlebihan maupun istirahat terlalu lama.
  • Ikuti pola makan sehat bergizi seimbang, turunkan berat badan bila berlebih, dan pertahankan berat badan sehat.
  • Hindari merokok karena racun dalam rokok dapat merusak jaringan ikat di tubuh, yang dapat memperburuk masalah sendi.
  • Hindari pola pikir negatif. Pikiran-pikiran negatif mengenai kondisi yang dialami justru dapat meningkatkan nyeri dan membatasi pergerakan. Fokus pada aktivitas yang Anda sukai dan orang-orang terdekat yang mendukung Anda.

 

 

Referensi:

  • pmc.ncbi.nlm.nih.gov. Non-surgical treatment of osteoarthritis-related pain in the elderly. 2011.
  • www.mayoclinic.org. Arthritis pain: Do's and don'ts. 2025.
  • www.mediciortho.com. Pain Management Strategies for Elderly Patients. 2026.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561

Klinik Flex-Free Tangerang

Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui

Booking