SHIN SPLINTS

Senin, 13 Maret 2017
Flex Free
Senin, 13 Maret 2017
Flex Free

Sumber gambar: runnersworld.com

Shin splints adalah sebutan untuk nyeri di daerah “tulang kering”, atau tungkai bawah sisi depan, biasanya disebabkan karena olahraga.

Shin splints sering diderita oleh orang yang terlalu banyak berlari atau melakukan aktivitas yang melibatkan pembebanan berat badan di kaki yang berulang, misalnya tenis atau basket.

Pelari memiliki risiko tertinggi untuk mengalami shin splints. Penari dan anggota militer adalah dua kelompok lain yang seringkali terdiagnosis dengan kondisi ini.

Shin splints umumnya bukan merupakan masalah yang serius, tetapi dapat membuat Anda menghentikan olahraga yang Anda lakukan dan dapat memburuk bila dibiarkan.

Penting untuk tidak melanjutkan aktivitas bila mengalami nyeri. Kondisi ini biasanya dapat ditangani di rumah dan dapat menghilang dalam beberapa minggu.

Definisi Shin Splints

Shin splints atau medial tibial stress syndrome adalah peradangan pada otot, tendon, dan jaringan tulang di tibia. Nyeri biasanya dirasakan di sepanjang tepi dalam tibia, di mana otot melekat pada tulang.

 

Sumber gambar: www.newhealthadvisor.com

Gejala Shin Splints

Gejala utama dari shin splint adalah nyeri pada tulang kering (tulang betis depan).

Nyeri cenderung:

  1. Dirasakan segera setelah memulai olahraga
  2. Perlahan-lahan membaik ketika istirahat – terkadang nyeri dapat menghilang ketika Anda masih berolahraga, tetapi pada akhirnya menetap meskipun sedang berisitirahat  
  3. Nyari pada awalnya terasa tumpul, tetapi dapat menjadi nyeri tajam dan berat sehingga Anda tidak dapat berolahraga
  4. Mengenai kedua tulang kering
  5. Dirasakan di area tulang kering yang luas (lebih dari 5 cm) – nyeri pada lokasi yang lebih kecil mungkin disebabkan oleh fraktur stress
  6. Dicetuskan dengan menyentuh daerah yang sakit
  7. Pembengkakan ringan juga dapat terjadi.  

Nyeri pada tulang kering tidak selalu berarti Anda menderita shin splints. Nyeri bisa disebabkan oleh hal lain.

Berikut ini adalah dua kondisi yang terkadang dianggap sebagai shin splints.

  1. Nyeri pada bagian anterior tungkai bawah dapat disebabkan oleh sindrom kompartemen – pembengkakan di otot dalam ruang tertutup – yang menimbulkan sejumlah tegangan.

Untuk mendiagnosis kondisi ini, teknik khusus digunakan untuk mengukur jumlah tekanan. Terkadang diperlukan bedah dekompresi.

Gejala dari sindrom kompartemen mencakup nyeri tungkai, sensasi saraf yang tidak biasa, dan pada akhirnya terjadi kelemahan otot.

  1. Nyeri pada tungkai bawah juga dapat disebabkan oleh fraktur stress (patahan tulang yang tidka lengkap), yang merupakan kondisi yang lebih serius dibandingkan shin splints.

Scan tulang adalah alat definitif untuk mendiagnosis fraktur stress.

Meskipun begitu, terdapat petunjuk yang dapat Anda cari untuk menentukan apakah Anda harus menjalani scan tulang atau tidak.

Nyeri pada shin splints lebih umum dibandingkan dengan fraktur stress. Tekan ujung jari Anda di tulang kering, dan bila Anda dapat menemukan lokasi nyeri tajam yang tepat, maka nyeri diakibatkan oleh fraktur stress.

Selain itu, fraktur stress seringkali membaik di pagi hari karena tulang telah beristirahat sepanjang malam; shin splints seringkali memburuk di pagi hari karena jaringan lunak mengencang sepanjang malam.

Shin splints juga akan terasa sangat nyeri ketika Anda memaksa untuk mengangkat kaki di pergelangan dan memfleksikan kaki Anda.  

Sumber gambar: www.houstonmethodist.org

Penyebab Shin Splints

Penyebab shin splints tidak selalu jelas. Secara umum, shin splints berkembang ketika otot dan jaringan tulang (periosteum) pada tungkai bekerja berlebihan akibat aktivitas berulang. Diperkirakan hal tersebut menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitar tulang kering.

Beberapa hal dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya shin splints, antara lain:

  1. Perubahan tingkat aktivitas yang tiba-tiba – seperti baru memulai olahraga atau tiba-tiba menambah jarak atau kecepatan berlari  
  2. Berlari pada permukaan yang keras atau tidak rata
  3. Menggunakan sepatu yang tidak pas atau sudah usang sehingga tidak memberikan bantalan dan tidak menyokong kaki dengan baik
  4. Kelebihan berat badan
  5. Memiliki kaki datar (flat feet) atau kaki yang bergulir ke sisi dalam (pronasi berlebihan)  

Sumber gambar: www.shinsplintsclinic.com

  1. Memiliki otot betis yang kencang, pergelangan kaki yang lemah, atau tendon Achilles yang kencang  
  2. Kelemahan menstabilkan otot panggul atau inti tubuh
  3. Fungsi tulang belakang lumbal yang buruk

Lokasi shin splints yang paling sering adalah bagian medial (sisi dalam tulang kering). Shin splints anterior (ke arah luar tungkai) biasanya terjadi akibat ketidakseimbangan antara otot betis dengan otot di bagian depan tungkai, dan seringkali diderita pelari pemula yang belum menyesuaikan diri terhadap tekanan dalam berlari atau yang tidak melakukan peregangan dengan baik.  

Penanganan Shin Splints

Shin splints biasanya dapat ditangani di rumah dan seringkali sembuh dengan sendirinya. Rontgen tulang mungkin diperlukan untuk mencari fraktur.

Penanganan non pembedahan

Istirahat. Karena shin splints umumnya disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan, penanganan standar mencakup istirahat dari aktivitas yang menyebabkan nyeri.

Hentikan aktivitas yang menyebabkan shin splints setidaknya selama dua hingga tiga minggu; kemudian Anda dapat memulai aktivitas normal kembali secara bertahap.

Aktivitas aerobik dengan benturan ringan seperti berenang, sepeda statis, atau elliptical trainer dapat dilakukan sebagai olahraga pengganti.  

Obat anti inflamasi non steroid. Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri.

Es. Gunakan kompres dingin selama 20 menit beberapa kali sehari. Jangan kompres kulit dengan es secara langsung.

Kompresi. Penggunaan perban elastis untuk menekan dapat mencegah pembengkakan tambahan.  

Ganti ke aktivitas dengan benturan yang ringan – lakukan latihan silang, seperti bersepeda, berenang atau yoga. Latihan silang adalah cara yang baik untuk tetap bugar tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tulang kering ketika sedang menyembuh.

Latihan fleksibilitas. Meregangkan otot tungkai bawah dapat membuat tulang kering terasa lebih baik.  

Sumber gambar: www.summitmedicalgroup.com

Sepatu pendukung. Menggunakan sepatu dengan bantalan yang baik saat melakukan aktivitas sehari-hari dapat mengurangi tekanan di tulang kering.  

Orthotik. Bagi orang yang memiliki kaki datar atau mengalami masalah shin splints berulang dapat menggunakan orthotik.

Penggunaan insole tambahan dapat membantu mensejajarkan dan menstabilkan kaki dan pergelangan kaki. Orthotik dapat dibuat sesuai dengan keadaan kaki masing-masing pasien, atau dibeli langsung di gerai.  

Kembali berolahraga. Shin splints biasanya membaik dengan istirahat dan penanganan sederhana yang disebutkan di atas.

Sebelum kembali berolahraga, Anda harus bebas nyeri setidaknya dua minggu. Ingatlah bahwa ketika kembali berolahraga, lakukan dengan intensitas yang rendah. Anda tidak boleh berolahraga seperti sebelumnya, atau dengan durasi yang sama.  

Pastikan Anda melakukan pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga. Tingkatkan latihan secara perlahan.

Bila Anda merasakan nyeri yang sama, segera hentikan latihan. Gunakan kompres dingin dan istirahat selama satu atau dua hari. Kemudian kembali berlatih pada intensitas rendah. Tingkatkan latihan lebih lambat dari sebelumnya.  

Penanganan Pembedahan

Hanya sedikit yang memerlukan pembedahan pada kasus shin splints. Pembedahan dilakukan pada kasus berat yang tidak merespons terhadap penanganan non bedah. Akan tetapi efektivitas pembedahan tidak diketahui.

Pencegahan Shin Splints

Tindakan berikut ini dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya shin splints:

  1. Gunakan sepatu dengan bantalan yang tepat – sebaiknya Anda berkonsultasi kepada ahli untuk menentukan sepatu yang tepat terutama bila Anda baru pertama kali membeli sepatu untuk berlari
  2. Berlari dan berlatih pada permukaan yang datar dan lembut, seperti tempat bermain atau lapangan bila memungkinkan
  3. Ubah tingkat aktivitas secara bertahap
  4. Kombinasi latihan dengan benturan tinggi seperti berlari, dengan latihan dengan benturan rendah seperti berenang  
  5. Kurangi berat badan bila Anda kelebihan berat badan
  6. Perbaiki kekuatan dan fleksibilitas secara keseluruhan
  7. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan peregangan setelah berolahraga – khususnya peregangan betis dan bagian depan tungkai

 

 

 

Referensi:

  1. orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00407
  2. www.nhs.uk/conditions/shin-splints/pages/introduction.aspx
  3. www.runnersworld.com/tag/shin-splints

www.webmd.com/fitness-exercise/shin-splints#1


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561