Faktor risiko penyakit refluks gastroesofageal

Rabu, 07 Februari 2024
dr. Bella Pricylla J
Rabu, 07 Februari 2024
dr. Bella Pricylla J

Anda pernah mengalami rasa terbakar di daerah dada?

Apa mungkin ada sedang mengalami penyakit refluks gastroesofageal?

Penyakit refluks gastroesofageal atau lebih dikenal dengan “GERD” merupakan suatu penyakit kronis yang diakibatkan kelemahan katup pada kerongkongan bagian bawah sehingga memungkinkan naiknya kembali asam lambung ke atas (kerongkongan). 

Penyakit refluks gastroesofageal ini lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki terutama pada usia muda.

Penyakit refluks gastroesofageal yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita.

 

Apa saja yang menyebabkan terjadi Penyakit refluks gastroesofageal?

Penyakit Refluks Gastroesofageal

"Penyebab Penyakit refluks gastroesofageal "

sumber: www.gleneagles.com.sg

Penyakit refluks gastroesofageal umumnya disebabkan oleh asam lambung yang naik keatas akibat kelemahan sphincter/katup yang terdapat pada kerongkongan bagian bawah.

Katup kerongkongan bagian bawah (Lower Esophageal Sphincter) merupakan katup otot yang berbentuk melingkar (cincin) yang berfungsi untuk menahan makanan dan asam lambung agar tidak naik ke atas (kerongkongan).

Asam lambung merupakan zat yang mengandung tinggi asam, jika asam lambung sering naik ke kerongkongan tentunya dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan atau sel yang melapisi kerongkongan.

Kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadi GERD, yaitu:

  • Kegemukan
  • Benjolan pada atas diafragma (hiatal hernia)
  • Kehamilan
  • Kelainan jaringan ikat, seperti skleroderma
  • Terlambatnya pengosongan lambung
  • Asthma
  • Irritable Bowel Syndrome
  • Usia Tua
  • Kecemasan atau sedang stress

Kondisi yang dapat meningkatnya Asam Lambung, yaitu:

  • Merokok
  • Makan dalam porsi yang besar atau makan sebelum tidur
  • Mengonsumsi makanan pedas, tinggi lemak, atau berminyak
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung asam, seperti citrus, tomat, atau nanas
  • Mengonsumi minuman beralkohol atau kopi
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat golongan NSAID, golongan benzodiazepin, atau golongan CCB (obat tekanan darah tinggi)

 

Apa tanda kamu menderita penyakit refluks gastroesofageal?

Tanda yang paling khas pada penyakit refluks gastroesofageal adalah rasa terbakar atau rasa panas di daerah dada.

Selain rasa terbakar di daerah dada penyakit refluks gastroesofageal mempunyai keluhan yang mungkin juga dirasakan, seperti:

  • Perasaan sensasi makanan atau asam kembali ke tenggorokkan
  • Sensasi ada yang menganjal di tenggorokkan
  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri dada non kardiak
  • Sulit menelan

Kondisi yang dapat memperberat keluhan penyakit refluks gastroesofageal:

  • Pada saat malam hari atau saat berbaring
  • Makanan dalam porsi yang besar atau setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Setelah membungkuk
  • Setelah merokok atau mengonsumsi alkohol

Bagaimana membedakan Penyakit Refluks Gastroesofageal dengan Penyakit Jantung?

Keluhan nyeri pada dada dan rasa terbakar pada dada sering diartikan tanda penyakit jantung. Tanda penyakit jantung memiliki gejala  yang mirip namun berbeda. Keluhan penyakit jantung jarang menimbulkan keluhan rasa terbakar pada dada dan keluhan jarang memberat pada kondisi, seperti saat malam hari, saat berbaring, atau setelah makan dalam jumlah porsi yang besar.

Nyeri pada penyakit jantung memiliki sifat seperti ditusuk, rasa tertekan atau terhimpit pada bagian dada dan biasanya penderita mempunyai riwayat penyakit komorbid seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, ataupun penyakit gula yang tidak terkontrol.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat memastikan kondisi ini.

 

Bagaimana cara mengatasi Penyakit Refluks Gastroesofageal?

Mulailah dari perubahan gaya hidup untuk membatasi mengatasi penyakit refluks gastroesofageal serta menurunkan kadar asam lambung, seperti kebiasaan saat makan, kebiasaan setelah makan, mengurangi konsumsi alkohol, tidak merokok, dan menjaga berat badan agar tetap ideal .

Melalui perubahan gaya hidup tentunya dapat membantu anda mengatasi keluhan terkait penyakit refluks gastroesofageal.

Tetapi jika anda mempunyai keluhan penyakit refluks gastroesofageal yang kronis atau berkepanjangan, selain perubahan gaya hidup, anda mungkin disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter dan mencari tau penyebabnya.

Jika telah diketahui penyebabnya, mungkin anda disarankan pengobatan yang sesuai dengan penyebab yang mendasari.

Mengonsumi obat-obatan dapat membantu mengatasi keluhan penyakit refluks gastroesofageal. Tetapi hendaklah mengonsumsi dibawahan pengawasan dokter.

Segeralah konsultasikan diri anda ke dokter jika anda mempunyai keluhan terkait penyakit refluks gastroesofageal.

 

Apa saja makanan yang dapat membantu anda mengurangi keluhan Penyakit Refluks Gastroesofageal?

MAKANAN UNTUK GERD

Banyak jenis makanan yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi keluhan Penyakit Refluks Gastroesopahgel, seperti:

1. Sayuran dan buah (yang tidak asam)

Hampir semua buah dan sayuran membantu mengurangi asam lambung.  Dikarenakan mereka rendah lemak, rendah gula, dan mengandung serat serta nutrisi penting. Pisang, melon, brokoli, asparagus, dan kacang hijau memiliki kandungan yang rendah asam dan diketahui dapat menurunkan kadar asam lambung.

2. Biji-bijian utuh

Seperti beras merah, oatmeal, dan roti gandum membantu mengurangi gejala. Mereka adalah sumber serat yang baik dan dapat membantu menyerap asam lambung, sehingga dapat mengurangi risiko.

3. Protein tanpa lemak

Sumber protein rendah lemak dan tanpa lemak juga mengurangi gejala refluks asam. Pilihan yang baik adalah ayam, tahu, dan putih telur. Cara terbaik untuk mengonsumsinya adalah dengan cara dipanggang atau direbus.

4. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Banyak kacang-kacangan dan biji-bijian yang mengandung serat dan nutrisi serta dapat membantu menyerap asam lambung yang berlebih. Seperti  almond, kacang tanah, kacang polong, chia, delima, dan biji rami.

5. Yogurt

Yoghurt tidak hanya menenangkan kerongkongan yang teriritasi, tetapi juga mengandung probiotik yang baik untuk saluran pencernaan.

6. Lemak baik 

Lemak adalah nutrisi penting, tetapi makan terlalu banyak makanan berlemak dapat memicu gejala. Mengganti lemak tidak sehat dengan lemak tak jenuh bisa mengurangi keluhan. Sepert Alpukat, minyak zaitun, kenari  dan produk kedelai merupakan pilihan lemak sehat yang baik.

7. Jahe 

Jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan sering digunakan untuk masalah pencernaan. Jahe dapat ditambahkan ke smoothie, sup , tumisan , atau diseduh sebagai teh.

 

Apa Penyakit Refluks Gastroesofageal berbahaya jika tidak ditangani?

Pada sebagian penderita penyakit refluks gastroesofageal, kondisi jarang menimbulkan komplikasi/masalah yang serius kedepannya.

Walaupun dalam kasus yang jarang penyakit refluks gastroesofageal dapat menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti:

  • Esophagitis. Merupakan suatu kondisi esopgahus mengalami peradangan akibat terpaparnya asam lambung yang terus menerus.
  • Striktur Esopagus. Kondisi dimana esophagus menjadi sempit atau tegang.
  • Barret Esophagus. Kondisi yang menyebabkan perubahan permanen pada lapisan esophagus. Kondisi ini dapat memicu perubahan sel menjadi sel kanker yang dapat berkembang menjadi Kanker Esophagus.

Sesegera mungkin untuk mengatasi keluhan penyakit refluks gastroesofageal untuk menurunkan dan mencegah terjadi komplikasi yang akan timbul.

 

Apa Penyakit Refluks Gastroesofageal dapat dicegah ?

makanan pencegahan gerd

sumber: martinswellness.com

Tentunya terjadinya Penyakit Refluks Gastroesofageal dapat dicegah dengan cara, seperti:

  • Makan dengan porsi tidak terlalu banyak, makanlah sedikit demi sedikit. Minimal 2-3 jam sekali dengan porsi kecil.
  • Memperbaiki kebiasaan setelah makan, kadangkala setelah makan kita mempunyai kebiasaan untuk langsung berbaring. Berbaring dalam keadaan perut yang penuh akan melemahkan sfingter esophagus sehingga asam lambung dapat kembali ke kerongkongan melewati celah sfingter yang melemah tadi. Jika ingin berbaring minimal 2-3 jam setelah makan.
  • Hindari makan segera sebelum tidur, sebelum tidur tidak dianjurkan bagi penderita GERD untuk makan 3-4 jam sebelumnya.
  • Posisi tidur menggunakan bantal yang cukup tinggi dapat mencegah reflux asam lambung bagi penderita GERD dan Maag.

Usahakanlah segera memodifikasi gaya hidup anda menjadi lebih baik, agar anda dapat tercegah dari penyakit refluks gastroesofageal.

 

 

 

 

Referensi:

  • Cleveland Clinic. Acid Reflux & GERD. 2023
  • Healthline. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. 2018
  • Mayo Clinic. Gastroesophageal reflux disease (GERD). 2023

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561