Sindroma cubital tunnel adalah kondisi ketika saraf ulnaris mengalami tekanan atau jepitan di area siku. Saraf ulnaris merupakan salah satu saraf utama di lengan yang berperan dalam sensasi jari kelingking dan jari manis, serta mengatur beberapa gerakan otot tangan. Saraf ini melewati bagian dalam siku melalui suatu jalur sempit yang disebut cubital tunnel.
Ketika ruang di cubital tunnel menyempit atau tekanan di sekitarnya meningkat, saraf ulnaris dapat tertekan. Inilah yang dikenal sebagai saraf kejepit di siku. Tekanan tersebut sering terjadi akibat kebiasaan siku terlalu sering ditekuk, posisi siku menumpu permukaan keras dalam waktu lama, atau adanya perubahan jaringan di sekitar siku seperti pembengkakan, peradangan, atau penebalan jaringan lunak.

Pada posisi siku lurus, saraf ulnaris relatif longgar. Namun saat siku ditekuk, saraf akan tertarik dan tertekan. Jika kondisi ini terjadi berulang atau berlangsung lama, aliran impuls saraf terganggu dan muncul keluhan saraf terjepit di siku. Pada tahap awal, gangguan ini masih bersifat fungsional dan dapat membaik dengan rehabilitasi konservatif bila ditangani sejak dini.
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama untuk mengalami kondisi ini. Beberapa kelompok lebih rentan, antara lain:
Pada kelompok ini, risiko jepitan saraf sehari-hari yang tampak ringan dapat memicu gejala jika berlangsung terus-menerus.
Gejala biasanya muncul perlahan dan sering kali diabaikan pada tahap awal. Tanda dan gejala yang umum dirasakan meliputi:
Pada tahap lanjut, bila saraf kejepit di siku tidak ditangani, dapat muncul pengecilan otot tangan dan gangguan fungsi yang lebih berat. Oleh karena itu, mengenali gejala awal sangat penting agar rehabilitasi dapat dimulai sebelum terjadi kerusakan saraf permanen.
Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (Sp.K.F.R.) berperan penting dalam penanganan konservatif saraf kejepit di siku. Anda disarankan berkonsultasi ke Sp.K.F.R. bila:
Di praktik Sp.K.F.R., pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan. Penanganan rehabilitatif konservatif dapat meliputi edukasi modifikasi aktivitas, penggunaan bidai siku (terutama saat tidur), latihan peregangan dan peluncuran saraf (nerve gliding), latihan penguatan otot tangan, serta modalitas terapi fisik untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Dengan rehabilitasi yang tepat dan konsisten, sebagian besar kasus saraf kejepit di siku akibat sindroma cubital tunnel dapat membaik tanpa tindakan operasi. Kunci keberhasilan terletak pada deteksi dini, kepatuhan menjalani program rehabilitasi, dan perubahan kebiasaan sehari-hari yang memberi tekanan berlebih pada siku.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561