Persiapkan Kondisi Lutut Prima Saat Menjalankan Ibadah Haji

31 Mei 2016 , Flex Free
31 Mei 2016
Flex Free

Persembahan Terbaik bagi Orang Tua

Tanpa terasa, pelaksanaan ibadah haji sebentar lagi. Menunaikan ibadah haji merupakan Rukun Islam yang kelima, di mana ibadah ini menjadi suatu kewajiban bagi umat muslim yang mampu melaksanakannya, baik secara finansial maupun secara kesehatan.

Seperti kita tahu, ritual pelaksanaan ibadah haji menuntut kondisi fisik yang prima.

Selain karena faktor perbedaan cuaca, kondisi yang berdesak-desakan dengan umat Muslim dari negara lain, dan adanya sistem menunggu daftar antrian keberangkatan, menjadikan pelaksanaan ibadah haji memiliki risiko yang tidak kecil.

Namun semua pihak sangatlah mendambakan pelaksanaan ibadah ini lancar tahap demi tahap.

Sayangnya, kenyataan mengatakan sebaliknya.

Banyak peserta yang mengalami kesulitan dalam pelaksanaan ritual ibadah haji, terutama saat harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

Aktivitas ini sangat membutuhkan kondisi tubuh prima secara keseluruhan dan terutama kekuatan prima anggota gerak kaki (sendi lutut dan sendi panggul).

Terlebih dengan adanya sistem antrian yang cukup lama untuk jadwal keberangkatan (kisaran jangka waktu 5-10 tahun dari pendaftaran menggunakan ONH biasa), sering didapati kondisi fisik yang tidak bersahabat dari peserta saat tiba waktunya.

Hal ini sering dikaitkan dengan usia yang semakin beranjak senja.

Usia senja merupakan usia yang rawan terhadap kejadian penyakit-penyakit degeneratif atau penyakit yang timbul akibat proses penuaan, salah satunya penyakit degeneratif yang menyerang sendi yaitu osteoarthritis (OA).

Mengapa Osteoarthritis (OA) Penting?

Angka kejadian osteoarthritis di dunia terbilang cukup tinggi. Osteoarthritis (OA) dapat mengenai semua sendi, namun umumnya mengenai sendi penopang berat badan seperti sendi panggul, sendi lutut dan sendi-sendi pada tulang belakang (vertebra).

Di Amerika Serikat diperkirakan 240 dari 100.000 jiwa menderita OA setiap tahunnya, dan dari kunjungan perawatan dokter, 11,3 juta diantaranya adalah penderita OA.

Risiko meningkat dengan peningkatan usia (> 45 tahun), terutama wanita, yang memiliki risiko 45% lebih tinggi dari laki-laki. Prevalensi OA lutut di Indonesia belum ada laporan pasti.

Apa Dampak OA pada Penderita?

OA panggul dan OA lutut merupakan penyebab nyeri sendi dan gangguan mobilitas yang utama.

Hal ini akan menimbulkan dampak keterbatasan fungsional yang lebih besar daripada yang lain dalam kelompok usia yang sama.

Nyeri sendi, kekakuan dan kesulitan bergerak menjadi keluhan utama bagi penderitanya terutama penderita usia lanjut.

Penyebab Nyeri Sendi
penyebab nyeri sendi

Sehingga dapat dibayangkan, dampak yang timbul, ketika seseorang yang menderita OA terutama lutut, harus menjalankan suatu ibadah wajib, yang telah dinantinya untuk jangka waktu yang cukup lama (5-10 tahun).

Mungkin pada awalnya, belum terdeteksi adanya kelainan OA lutut tersebut, namun sejalan pertambahan usia, sangat dimungkinkan sendi lutut dan panggul mulai mengalami kerusakan akibat proses degenerasi.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Sendi yang Mengalami OA?

Beberapa perubahan yang terjadi pada sendi yang mengalami Osteoarthritis:

Gambaran Osteoarthritis (OA) Sendi Lutut
Kerusakan sendi lutut pada osteoarthritis

- Tulang rawan sendi melunak--> tulang rawan mudah pecah dan terkikis

- Terjadi pertumbuhan tulang rawan sendi dan tulang baru pada tepi persendian (osteofit) --> perubahan bentuk sendi

- Celah sendi menyempit disertai berkurangnya cairan pelumas sendi

- Densitas atau kepadatan tulang juga menurun -->tulang menjadi rapuh

Perkembangan Kerusakan Sendi Lutut karena Osteoarthritis
Evolusi kerusakan jaringan pada OA lutut

Perubahan-perubahan inilah yang menjadi penyebab keluhan nyeri sendi dan gangguan gerak, yang pasti akan sangat menyiksa penderitanya, terlebih apabila akan menjalankan ibadah haji.

Lalu Apa yang Dapat Kita Lakukan untuk Mengatasinya?

Berbagai jenis terapi konservatif direkomendasikan untuk mengatasi keluhan nyeri sendi dan gangguan (keterbatasan) gerak yang terjadi.

Hanya saja, hasil dan efektivitas terapi umumnya cukup lama dan tergantung dari keteraturan terapi dan juga tingkat keparahan OA yang telah ada.

Menambahkan atau menyuntikan cairan pelumas (asam hyaluronat) pada sendi yang mengalami OA merupakan salah satu terapi yang direkomendasikan, untuk mendapatkan efek yang cepat dan bertahan cukup lama (1-2 tahun).

Cairan sendi (asam Hyaluronat) ini memiliki fungsi seperti oli/pelumas, yaitu

  1. menjaga elastisitas sendi, sebagai shock absorber,
  2. mencegah peradangan dan mengandung anti radikal bebas,
  3. memperbaiki nutrisi sendi
  4. memiliki efek merangsang pembentukan cairan hyaluronat alami oleh tubuh.

Injeksi pelumas sendi ini akan mengurangi tingkat keparahan OA yang terjadi dan mengurangi keluhan nyeri sehingga penderita dapat beraktifitas kembali dengan optimal.

Injeksi Pelumas Sendi
injeksi pelumas sendi

Mengapa Injeksi Pelumas Sendi Direkomendasikan untuk Mengatasi Masalah OA Lutut Secara Cepat?

Pada penderita OA, terjadi penurunan jumlah dan kekentalan cairan sendi serta penurunan konsentrasi/kadar asam hyaluronat, sehingga akan menurunkan elastisitas sendi.

Gerakan sendi menjadi kaku dan kerusakan tulang rawan sendi akan terus berlanjut.

Hal ini akan semakin memperparah keluhan nyeri sendi dan gangguan gerak terlebih sendi lutut adalah sendi penopang tubuh.yang utama.

Dengan menambahkan secara langsung cairan pelumas tersebut ke dalam sendi, diharapkan elastisitas sendi meningkat, sehingga mengurangi pergesekan sendi saat beraktifitas dan mengurangi nyeri sendi yang terjadi.

Gambaran Hasil Terapi Injeksi Pelumas Sendi dengan Asam Hyaluronat

injeksi asam Hyaluronat pada sendi

Lalu, Amankah Injeksi Pelumas Sendi Ini?

Metode penambahan atau injeksi cairan pelumas langsung ke sendi yang mengalami OA sangat aman, karena:

  1. Terapi dilakukan secara lokal langsung pada sendi yang bermasalah, tidak memiliki efek sistemik dengan risiko luka yang minimal.
  2. Injeksi pelumas sendi bukan steroid atau anti inflamasi steroid, sehingga aman diberikan sampai beberapa kali dan tidak menimbulkan ketergantungan dan efek samping steroid (pengeroposan tulang)
  3. Efek samping sangat ringan, dan akan hilang dalam beberapa hari, seperti nyeri pada tempat suntikan, terasa ada sesuatu yang mengganjal pada sendi dan sedikit pembengkakan akibat jumlah cairan sendi yang mungkin berlebih.
  4. Tidak memerlukan persiapan khusus, dan setelah penyuntikan, penderita dapat tetap beraktivitas kembali seperti biasanya.

Terapi injeksi pelumas sendi sangat dianjurkan bagi penderita OA lutut yang hendak menjalani ibadah haji.

Proses dan hasil yang cepat, risiko dan efek samping yang sangat minimal, dan tidak memerlukan persiapan khusus merupakan pilihan terapi yang tepat agar ibadah berjalan lancar.

Dengan kondisi lutut yang prima, mobilitas menjadi maksimal tanpa harus mengandalkan orang lain dan ibadahpun menjadi lancar.

Bekali orang tua Anda dengan kondisi lutut yang prima agar mereka dapat menjalankan ibadah Rukun Islam yang ke 5 dengan sempurna dan dapat menjadi Haji yang Mabrur.


Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Berbagai penelitian di dunia, telah membuktikan bahwa nyeri lutut adalah masalah yang umum dialami oleh usia 5

ARTIKEL KESEHATAN

Apa itu Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)? Pemeriksaan ultrasonografi atau USG telah lama digunakan dalam du

ARTIKEL KESEHATAN

Tangan yang sakit tentu sangat mengganggu karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering kita gunakan. B

ARTIKEL KESEHATAN

Nyeri otot, tulang, dan sendi telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi serta memberikan

Informasi CS Hub. 085858646477