Otot tibialis posterior adalah salah satu otot penting yang berada di betis bagian dalam. Otot ini berasal dari permukaan belakang tulang kering dan tulang betis, lalu melintang ke arah pergelangan kaki bagian dalam dan melekat pada banyak tulang di telapak kaki, termasuk tulang navikular, tulang-tulang cuneiform, serta tulang-tulang metatarsal.

Sumber gambar: posturegeek.com
Otot ini bekerja untuk menjejakkan tumit (plantarfleksi), menggulung kaki ke arah dalam (inversi), dan yang terpenting: menjaga agar lengkungan kaki tetap terbentuk dengan baik saat berdiri dan berjalan.
Persarafan otot ini berasal dari saraf tibialis, dan suplai darahnya berasal dari arteri tibialis posterior (Corcoran, Nicholas; Anatomy, Bony Pelvis and Lower Limb: Tibialis Posterior Muscle; 2023). Ketika otot ini melemah atau tendon-nya mengalami gangguan, maka lengkungan kaki bisa menurun atau kolaps menjadi kaki datar. Ini adalah penyebab utama kaki datar pada dewasa disertai rasa nyeri, terutama di sisi dalam pergelangan dan telapak kaki.
Disfungsi tendon tibialis posterior (sering disingkat PTTD) adalah kondisi yang paling umum menyebabkan kaki datar pada orang dewasa. Penyakit ini terjadi secara bertahap dan biasanya bersifat progresif. Artinya, keluhan bisa muncul perlahan dan memburuk dari waktu ke waktu.
Penyebabnya bisa karena pemakaian berlebihan (overuse) terutama pada aktivitas yang banyak berdiri atau berjalan, atau karena cedera seperti terkilir. Selain itu, faktor risiko lain termasuk usia lanjut, obesitas, diabetes, hipertensi, dan efek samping penggunaan obat kortikosteroid (Knapp, Paul W.; Posterior Tibial Tendon Dysfunction; 2024).
Tendon yang mengalami beban terlalu besar akan meregang dan kehilangan kekuatannya untuk menopang lengkungan kaki. Hasilnya, telapak kaki mulai terlihat datar, dan pasien mengalami nyeri kaki bagian dalam, terutama saat berdiri lama atau berjalan jauh.
Gejala paling khas dari disfungsi tendon tibialis posterior adalah nyeri di sisi dalam pergelangan kaki dan telapak kaki. Keluhan biasanya muncul perlahan, makin parah seiring waktu. Pada tahap awal, pasien mungkin hanya merasa tidak nyaman di kaki saat beraktivitas. Namun, seiring lemahnya tendon, nyeri makin terasa dan bisa disertai perubahan bentuk kaki.
Secara visual, pasien dengan kaki datar pada dewasa akan tampak memiliki lengkungan kaki yang menurun atau hilang saat berdiri. Jika dilihat dari belakang, tumit cenderung miring ke sisi luar. Bahkan, jika kondisi sudah lanjut, nyeri juga bisa dirasakan di sisi luar pergelangan kaki karena adanya tekanan atau gesekan antar tulang (Oh-Park, Mooyeon; Pes Planus/Adult Acquired Flatfoot Deformity; 2023).
Gejala lain termasuk pembengkakan di sepanjang tendon, kesulitan melakukan gerakan menjejak dengan satu kaki (single-leg heel raise), dan rasa kaku di kaki setelah istirahat lama.
Jika Anda mengalami nyeri kaki bagian dalam yang menetap, terutama disertai perubahan bentuk kaki seperti lengkungan yang merata atau posisi tumit yang miring ke luar, maka sudah saatnya berkonsultasi ke dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (Sp.K.F.R.). Dokter akan menilai stadium dari disfungsi tendon tibialis posterior dan memberikan penanganan rehabilitatif sesuai kondisinya.
Penanganan yang umum diberikan oleh Sp.K.F.R. mencakup:
Jika intervensi non-bedah tidak memberikan hasil setelah beberapa bulan, maka dokter akan bekerja sama dengan spesialis ortopedi untuk mempertimbangkan pilihan bedah.
Kaki datar pada dewasa bukan hanya masalah bentuk kaki, melainkan dapat memicu gangguan fungsi, perubahan postur, dan nyeri kronis terutama pada sisi dalam kaki. Mengenali tanda-tanda awal dari disfungsi tendon tibialis posterior dan segera berkonsultasi ke dokter spesialis dapat mencegah progresi penyakit dan mengembalikan kualitas hidup. Jangan abaikan nyeri kaki bagian dalam yang berlangsung lama, terutama jika disertai perubahan bentuk kaki saat berdiri.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561