Nyeri Kepala Belakang : Memahami Greater Occipital Neuralgia dan Penanganannya

Senin, 13 April 2026
dr. Ferdinand Dennis K, SP.K.F.R.,
Senin, 13 April 2026
dr. Ferdinand Dennis K, SP.K.F.R.,

Nyeri kepala belakang merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh orang dewasa. Rasa nyeri ini bisa ringan hingga berat, dan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab spesifik dari nyeri kepala belakang adalah kondisi yang disebut greater occipital neuralgia.

Artikel ini akan membahas secara sederhana tentang penyebab nyeri kepala belakang, apa itu greater occipital neuralgia, perbedaannya dengan penyebab lain, serta penanganan dan rehabilitasinya.

Apa Penyebab Nyeri Kepala Belakang ?

Nyeri kepala belakang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Karena lokasi nyeri berada di bagian belakang kepala, seringkali orang mengira penyebabnya hanya kelelahan, padahal bisa lebih kompleks.

Beberapa penyebab umum nyeri kepala belakang antara lain:

  • Ketegangan otot leher (tension headache)
    Ini adalah penyebab paling sering. Nyeri kepala belakang terasa seperti ditekan atau ditarik, biasanya akibat stres atau postur tubuh yang buruk.
  • Gangguan pada tulang leher
    Seperti degenerasi atau saraf terjepit yang dapat menyebabkan nyeri kepala belakang menjalar dari leher.
  • Migrain
    Meskipun lebih sering di satu sisi kepala, migrain juga bisa menyebabkan nyeri kepala belakang disertai mual dan sensitif terhadap cahaya.
  • Cedera atau trauma
    Benturan pada kepala atau leher dapat memicu nyeri kepala belakang.
  • Greater occipital neuralgia
    Kondisi khusus akibat gangguan saraf di bagian belakang kepala yang sering menyebabkan nyeri kepala belakang yang tajam dan menusuk.

Karena banyaknya penyebab, penting untuk mengenali pola nyeri kepala belakang agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.

Apa Itu Greater Occipital Neuralgia dan Kenapa Bisa Bikin Nyeri Kepala Belakang ?

Greater occipital neuralgia adalah kondisi yang terjadi akibat iritasi atau peradangan pada saraf oksipital besar, yaitu saraf yang berjalan dari leher menuju bagian belakang kepala.

Saraf ini berfungsi memberikan sensasi pada kulit kepala bagian belakang. Ketika saraf ini terganggu, maka akan timbul nyeri kepala belakang yang khas.

Beberapa penyebab greater occipital neuralgia antara lain:

  • Ketegangan otot leher yang kronis
  • Cedera pada leher
  • Postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang
  • Peradangan atau tekanan pada saraf
  • Kondisi degeneratif pada tulang belakang leher

Nyeri kepala belakang akibat kondisi ini biasanya memiliki karakteristik:

  • Nyeri tajam seperti tersetrum
  • Nyeri kepala belakang muncul tiba-tiba
  • Rasa nyeri menjalar dari leher ke kepala
  • Sensitivitas pada kulit kepala
  • Nyeri kepala belakang bertambah saat disentuh atau disisir

Pada beberapa orang, nyeri kepala belakang bisa berlangsung terus-menerus dengan intensitas yang naik turun.

Apa Bedanya Nyeri Kepala Belakang karena Greater Occipital Neuralgia dengan Sebab yang Lain ?

Tidak semua nyeri kepala belakang disebabkan oleh greater occipital neuralgia. Ada beberapa perbedaan penting yang dapat membantu mengenalinya.

Ciri khas nyeri kepala belakang akibat greater occipital neuralgia:

  • Nyeri terasa seperti sengatan listrik atau ditusuk
  • Lokasi nyeri spesifik di belakang kepala
  • Nyeri kepala belakang bisa dipicu oleh sentuhan ringan
  • Terdapat titik nyeri tertentu di leher atau kepala
  • Nyeri bisa menjalar ke atas kepala atau ke arah mata

Perbandingan dengan penyebab lain:

  • Tension headache: nyeri kepala belakang terasa tumpul dan seperti ditekan, bukan menusuk
  • Migrain: nyeri berdenyut dan sering disertai mual
  • Gangguan leher: nyeri kepala belakang disertai kaku leher, tetapi tidak seperti sengatan listrik
  • Cedera: nyeri kepala belakang muncul setelah trauma yang jelas

Perbedaan utama adalah karakter nyeri pada greater occipital neuralgia yang khas, yaitu tajam dan seperti aliran listrik.

Apa Saja Penanganan dan Rehabilitasi Greater Occipital Neuralgia ?

Penanganan greater occipital neuralgia bertujuan untuk mengurangi nyeri kepala belakang, memperbaiki fungsi leher, dan mencegah kekambuhan.

Penanganan Awal

Beberapa langkah awal yang bisa dilakukan:

  • Istirahat dan perbaikan postur
    Posisi duduk dan tidur yang baik dapat membantu mengurangi nyeri kepala belakang.
  • Kompres hangat
    Membantu mengendurkan otot leher yang tegang.
  • Obat pereda nyeri
    Digunakan untuk mengurangi nyeri kepala belakang, terutama pada fase akut.
  • Relaksasi otot
    Mengurangi ketegangan yang menekan saraf.

Terapi Medis

Jika nyeri kepala belakang tidak membaik, dokter dapat memberikan terapi lanjutan:

  • Suntikan blok saraf oksipital
    Prosedur ini dapat langsung mengurangi nyeri kepala belakang dengan menargetkan saraf yang bermasalah.
  • Obat neuropatik
    Digunakan untuk mengatasi nyeri saraf.
  • Terapi injeksi lainnya
    Seperti kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

Terapi Rehabilitatif

Rehabilitasi sangat penting untuk pemulihan jangka panjang:

  • Fisioterapi leher
    Membantu memperbaiki postur dan mengurangi tekanan pada saraf.
  • Latihan peregangan
    Mengurangi kekakuan dan mencegah nyeri kepala belakang kambuh.
  • Latihan penguatan otot leher
    Menstabilkan struktur leher.
  • Terapi manual
    Dilakukan oleh tenaga profesional untuk mengurangi ketegangan.

Pendekatan Regeneratif

Pada beberapa kasus, terapi regeneratif dapat dipertimbangkan:

  • PRP (Platelet-Rich Plasma)
    Bertujuan memperbaiki jaringan di sekitar saraf.
  • Proloterapi
    Merangsang penyembuhan alami tubuh.

Pendekatan ini membantu mengatasi penyebab dasar nyeri kepala belakang, bukan hanya gejalanya.

Nyeri kepala belakang adalah keluhan yang umum tetapi tidak boleh diabaikan, terutama jika berlangsung lama atau semakin berat. Salah satu penyebab penting adalah greater occipital neuralgia, yang memiliki karakteristik nyeri yang khas.

Dengan mengenali gejala dan perbedaannya dengan kondisi lain, penanganan nyeri kepala belakang bisa dilakukan lebih tepat. Kombinasi terapi medis, rehabilitatif, dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi nyeri kepala belakang secara signifikan.

Jika nyeri kepala belakang tidak membaik atau semakin mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai.

 

 

 

 

 


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui