Kapan Saraf Kejepit Harus Ditangani Dokter?

Senin, 31 Agu 2026
dr. Vidya Hartiansyah
Senin, 31 Agustus 2026
dr. Vidya Hartiansyah

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, misalnya otot, tendon, tulang, atau tulang rawan. Saraf kejepit sering menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri, kesemutan, atau mati rasa.

Saraf kejepit sebenarnya bukanlah diagnosis secara teknis, karena merupakan kondisi yang terjadi akibat penyakit lain. Jika tidak ditangani dengan tepat, saraf terjepit dapat mengganggu kualitas hidup sehari-hari.

 

Tanda-tanda Saraf Kejepit

Secara umum, gejala atau tanda-tanda saraf yang terjepit antara lain:

  • Nyeri tajam, seperti terbakar, yang menyebar ke arah luar
  • Rasa kesemutan, seperti tertusuk jarum
  • Penurunan sensasi atau rasa baal
  • Kelemahan otot
  • Rasa tangan atau kaki yang tidak dapat digerakkan

Keluhan yang berkaitan dengan saraf kejepit dapat memburuk ketika tidur.

Gejala atau tanda saraf kejepit dapat berbeda-beda bergantung lokasi saraf yang terjepit, diantaranya:

  • Saraf kejepit leher: leher kaku, bahu dan lengan terasa nyeri dan baal
  • Saraf kejepit di punggung bawah: sakit punggung, panggul, bokong dan tungkai bawah
  • Saraf kejepit di punggung atas: nyeri di daerah dada. Akan tetapi nyeri di daerah dada juga dapat disebabkan oleh penyakit lainnya, sehingga apabila Anda memiliki keluhan nyeri dada terutama nyeri berat, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Saraf kejepit di pergelangan tangan: tangan nyeri, sebagian tangan mati rasa atau baal.

 

Kapan Saraf Kejepit Harus Ditangani Dokter?

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila terdapat tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Nyeri yang dirasakan selama beberapa hari dan tidak menghilang meskipun sudah istirahat dan minum obat anti nyeri.
  • Nyeri bertambah berat.
  • Tiba-tiba merasa lemah karena nyeri akut (misalnya tiba-tiba tidak dapat menggerakkan tungkai bawah).
  • Ada gejala baal (mati rasa) yang sangat jelas. Gejala ini juga dapat merupakan tanda dari stroke, oleh karena itu segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
  • Tidak bisa mengontrol buang air kecil atau buang air besar.

 

Apa Saja Pilihan Pengobatan Saraf Kejepit? Apakah Harus Selalu Dioperasi?

Saraf kejepit biasanya dapat diatasi dengan penanganan konvensional, seperti istirahat, obat-obatan anti nyeri yang dijual bebas, dan terapi fisik. Operasi adalah upaya terakhir dalam mengatasi masalah saraf kejepit. Operasi dilakukan bila penanganan konservatif tidak dapat meredakan keluhan. Hanya sedikit pasien saraf kejepit yang memerlukan pembedahan atau operasi. 

  • Istirahat. Pada sebagian penderita, keluhan dapat menghilang hanya dengan istirahat tanpa obat atau terapi lain.
  • Kompres dingin dan hangat. Gunakan kompres dingin dan hangat bergantian pada area yang nyeri atau bengkak secara bergantian setiap 20 menit.
  • Obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol dan obat anti radang non steroid (misalnya ibuprofen) dapat membantu meredakan nyeri. Baca aturan pakai dan kontraindikasi penggunaannya. Perhatikan bahwa obat-obat pereda nyeri sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 3 hari.
  • Penyangga (brace, collar neck). Dokter mungkin menyarankan penggunaan penyangga, leher atau tangan, bila diperlukan. Penyangga tangan atau leher tidak boleh digunakan terlalu lama.
  • Kortikosteroid. Dokter mungkin akan memberikan obat golongan kortikosteroid untuk meredakan nyeri dan peradangan. Obat dapat diminum atau disuntikkan langsung ke area yang nyeri.
  • Terapi fisik. Peregangan dan olahraga ringan dapat membantu meredakan tekanan pada saraf dan meredakan nyeri ringan. Terapi fisik disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

 

Di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic, terdapat layanan fisioterapi untuk membantu mengatasi masalah saraf kejepit. Fisioterapi yang diberikan pada setiap pasien dapat berbeda-beda, sesuai dengan keluhan dan kondisi masing-masing pasien.

Tujuan tindakan fisioterapi adalah untuk membantu mengurangi rasa nyeri, merelaksasi otot yang seringkali menegang atau kaku akibat menahan sakit atau menahan gerakan tertentu, memperbaiki gerak otot dan sendi, dan membantu mengurangi konsumsi obat anti nyeri.

Beberapa jenis fisioterapi yang terdapat di Flex Free Clinic adalah sebagai berikut.

  1. Terapi Laser

Perawatan dengan terapi laser cukup efektif untuk mengatasi nyeri akibat saraf yang terjepit. Laser yang digunakan untuk fisioterapi nyeri berbeda dengan laser yang digunakan untuk kulit atau pada operasi.

  1. Terapi Ultrasound

Selain laser, terapi lainnya yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri pada saraf kejepit adalah dengan terapi ultrasound.

  1. Terapi Stimulasi Listrik

Terapi stimulasi listrik juga digunakan untuk membantu mengurangi nyeri. Selain itu, terapi ini dapat membantu mengatasi kaku otot, mengedukasi ulang otot dan mengatasi kelamahan otot akibat gangguan saraf.

pengobatan saraf kejepit

  1. Terapi Dekompresi dengan Triton-DTS

Terapi dekompresi adalah terapi untuk mengurangi tekanan yang terdapat di antara ruas-ruas tulang belakang yang mengakibatkan nyeri dan jepitan saraf tulang belakang.

Terapi ini dilakukan menggunakan alat yaitu Triton-DTS dan merupakan penanganan terkini untuk terapi saraf kejepit tanpa operasi. Triton-DTS akan memberikan tarikan pada tulang belakang secara ritmis dengan pola tertentu secara presisi, yang diatur oleh komputer, sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan dokter. Dengan penarikan ini, penonjolan diskus tulang belakang (yang menyebabkan saraf terjepit) dapat kembali masuk (akibat efek vakum), sehingga tekanan intra-diskal menurun, dan gejala-gejala saraf terjepit akhirnya menghilang.

(Baca lebih lanjut mengenai terapi ini dalam artikel Terapi Dekompresi Spinal)


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561

Klinik Flex-Free Serpong

Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334

Open with Map Chat via WhatsApp Call: 6287760584839
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui

Booking