Sakit lutut biasanya dianggap sebagai penyakit orang tua, padahal keluhan ini bisa juga dialami orang yang masih berusia muda. Bagi yang terbiasa aktif, banyak kegiatan, sakit lutut tentu dapat mengganggu dan membatasi aktivitas.
Apa saja penyebab sakit lutut di usia muda? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini penjelasannya.
Banyaknya aktivitas, olahraga yang intens, dapat membebani sendi lutut. Tekanan berlebihan berulang-ulang dapat menyebabkan iritasi jaringan sendi lutut dan timbul nyeri. Sakit lutut dapat bertambah berat bila aktivitas berat dilakukan terus menerus tanpa jeda istirahat yang cukup.
Cedera lutut seringkali dialami orang usia muda yang gemar berolahraga. Gerakan memutar secara tiba-tiba, salah mendarat setelah melompat, atau benturan di lutut, dapat menyebabkan cedera struktur lutut.
Jenis cedera yang dapat menimbulkan sakit lutut antara lain:
Cedera tersebut dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga kesulitan menggerakkan lutut.
Berat badan berlebihan dapat menambah beban pada sendi lutut. Semakin besar beban tubuh, semakin besar pula tekanan yang harus ditopang oleh sendi ketika kita berjalan, berlari, atau naik tangga.
Jika berlangsung lama, tekanan tersebut dapat meningkatkan risiko masalah pada sendi lutut. Oleh karena itu, menjaga berat badan sehat merupakan salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi beban pada lutut.
Postur tubuh dan kebiasaan sehari-hari juga dapat mempengaruhi sendi lutut. Terlalu lama duduk dengan posisi lutut tertekuk, sering jongkok, atau melakukan aktivitas dalam posisi yang sama dalam waktu lama, juga dapat menyebabkan lutut menjadi kaku dan tidak nyaman.
Tidak semua sakit lutut disebabkan oleh aktivitas fisik atau cedera. Pada beberapa orang, keluhan ini dapat berkaitan dengan peradangan sendi. Penyakit radang sendi tidak hanya dialami oleh orng berusia lanjut. Penyakit radang sendi tertentu, misalnya rheumatoid arthritis, bisa dialami orang berusia muda, bahkan anak-anak.
Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri dipersendian, bengkak, sendi terasa hangat, dan kaku.
Patellofemoral Pain Syndrome merupakan salah satu penyebab sakit lutut pada orang yang aktif, termasuk remaja dan dewasa muda. Sindroma ini berkaitan dengan penggunaan lutut secara berlebihan, kelemahan otot paha dan pinggul, serta gangguan mekanika gerakan kaki.

Kondisi ini ditandai dengan sakit di bagian depan lutut atau sekitar tempurung lutut. Keluhan biasanya terasa semakin jelas ketika naik tangga, berlari, jongkok, atau duduk terlalu lama dengan lutut tertekuk.
Penanganan sakit lutut perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan:
Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan, terutama setelah mengalami cedera. Gunakan es yang dibungkus kain selama sekitar 15–20 menit, beberapa kali sehari.
Jika lutut terasa sakit, kurangi sementara aktivitas yang memberikan tekanan berlebihan, seperti berlari, melompat, atau jongkok terlalu lama.
Latihan untuk memperkuat otot paha dan pinggul dapat membantu meningkatkan kestabilan lutut. Namun, jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lutut dan dilakukan tanpa memaksakan gerakan yang menimbulkan nyeri.
Mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi beban sendi lutut.
Periksakan diri ke dokter bila sakit lutut Anda sudah sering kambuh, atau sudah lama dialami, atau semakin lama semakin berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561Klinik Flex-Free Tangerang
Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277