Penyebab Radang Sendi yang Perlu Anda Ketahui

04 Januari 2023 , Flex Free
04 Januari 2023
Flex Free

Sendi adalah area di mana dua tulang bertemu. Radang sendi adalah peradangan atau degenerasi pada satu sendi (misalnya akibat cedera) atau beberapa sendi bahkan seluruh tubuh.

Radang sendi terjadi ketika sistem imun atau jaringan yang mengalami kerusakan melepaskan zat kimia yang menyebabkan pembengkakan dan gejala lainnya di sendi.

Gejala Radang Sendi

Beberapa gejala radang sendi diantaranya:

  • sendi bengkak atau menonjol
  • sulit digerakkan
  • nyeri
  • sendi memerah atau teraba hangat

Ketika gejala timbul setelah cedera, peradangan biasanya hanya terjadi singkat sebagai respons terhadap cedera. Peradangan yang berlangsung lama dapat menandakan adanya arthritis. Nyeri sendi yang disertai dengan demam setelah infeksi menandakan adanya infeksi sendi yang memerlukan penanganan segera.

Penyebab Radang Sendi

Penyebab radang sendi yang paling sering yaitu:

  1. Cedera

Cedera pada sendi biasanya menyebabkan peradangan lokal, tetapi juga bisa menyebabkan peradangan di berbagai sendi lain yang berdekatan.

Cedera jaringan lunak seperti terkilir, teregang, tendon atau ligamen robek, atau tendinitis, menyebabkan peradangan lokal di sekitar sendi.  

Cedera terkilir, teregang, dan robek, seringkali disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan/berulang-ulang, trauma (cedera olahraga, terjatuh, kecelakaan mobil), pekerjaan yang memerlukan tenaga fisik, dan perubahan degeneratif akibat usia.

Tanpa penanganan yang tepat, cedera jaringan lunak dapat menyebabkan nyeri kronis, peradangan kronis, kerusakan sendi dan osteoarthritis.

  1. Inflammatory arthritis

Arthritis adalah satu kelompok kondisi yang mempengaruhi kesehatan sendi. Sebagian besar inflammatory arthritis adalah kondisi kronis.

Beberapa contoh inflammatory arthritis misalnya:

  • lupus
  • arthritis rheumatoid
  • sklerosis sistemik
  • Ankylosing spondylitis (AS)
  • Psoriatic arthritis 
  • Gout

Sebagian besar inflammatory arthritis penyakit autoimun, akan tetapi kondisi ini juga bisa disebabkan karena infeksi.

Jenis radang sendi ini tidak bersifat kronis dan biasanya membaik dengan pengobatan. Tanpa pengobatan, ada risiko terjadi kerusakan sendi dan tulang permanen.

Gejala inflammatory arthritis dapat menyebar ke luar sendi, mengenai organ seperti mata, jantung, paru dan ginjal. Peradangan sistemik juga dapat menyebabkan demam, rasa lelah, lemah dan tidak nafsu makan.

Penyebab pasti inflammatory arthritis tidak diketahui, tetapi kemungkinan genetika ikut berperan. Wanita lebih banyak menderita inflammatory arthritis dibandingkan pria.

  1. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah radang sendi yang paling sering pada orang dewasa di atas usia 50 tahun. Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan di sendi hancur dan rusak.

Degenerasi tulang rawan menyebabkan sendi bengkak, nyeri, meradang, dan nyeri saat terjadi gesekan antar tulang.

Seiring waktu, osteoarthritis juga akan menyebabkan kerusakan tulang dan jaringan.

Usia merupakan faktor risiko utama dari osteoarthritis. Wanita lebih banyak menderita OA dibandingkan dengan pria. Faktor risiko lainnya yaitu obesitas, riwayat cedera sendi, gerakan yang berulang-ulang dan genetika.

  1. Bursitis

Bursitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan di kantung berisi cairan yang melapisi jaringan lunak di sendi. Bursa (kantung berisi cairan) berada di antara jaringan lunak dan tulang agar pergerakan menjadi lancar dan tidak ada gesekan.

radang sendi bursitis

Bursitis

Bursitis seringkali disebabkan oleh gerakan berulang-ulang, menghabiskan waktu lama dalam posisi tubuh tertentu yang menekan sendi (misalnya berlutut, menopan tubuh dengan siku).

Pada sebagian besar kasus, nyeri dan radang akibat bursitis mereda dalam beberapa minggu, tetapi sering terjadi kekambuhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami hal berikut:

  • nyeri tidak berkurang setelah beberapa hari
  • nyeri sangat berat sehingga Anda sulit berjalan, sulit tidur dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya
  • radang sendi atau nyeri menjadi kronis dan tidak dapat diatasi dengan penanganan di rumah
  • penanganan yang sebelumnya berhasil sekarang sudah tidak dapat mengatasi gejala yang ada
  • muncul gejala baru

Jangan menunda untuk segera ke rumah sakit bila:

  • nyeri sendi menjadi sangat berat dan disertai demam
  • nyeri sendi sangat tidak tertahankan
  • Anda curiga ada patah tulang

Pengobatan Radang Sendi

Pengobatan radang sendi bergantung pada penyebabnya. Sebagian cedera ringan akan membaik seiring waktu dengan istirahat. Cedera yang lebih serius memerlukan penanganan medis bahkan hingga pembedahan atau operasi.

Radang sendi akibat infeksi bakteri memerlukan antibiotik untuk mengatasinya. Pada kasus infeksi yang berat mungkin diperlukan perawatan di rumah sakit.

Beberapa penanganan di rumah dapat membantu mengatasi sebagian besar peradangan, apapun penyebabnya, diantaranya:

  • Metode RICE: rest, ice, compression dan elevation dapat membantu mengurangi peradangan akut.

Gunakan es untuk mengompres selama 20 menit beberapa kali sehari, istirahatkan sendi yang meradang, dan tinggikan bagian sendi yang meradang. Perban dapat digunakan untuk menekan sendi sehingga mengurangi peradangan.

  • Obat anti nyeri: obat anti nyeri yang dijual bebas dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan radang, misalnya ibuprofen. Akan tetapi obat tersebut tidak dapat digunakan dalam jangka waktu lama.

Segera konsultasikan dengan dokter bila gejala memburuk atau tidak berkurang setelah mengkonsumsi obat. Dokter akan memberikan obat golongan lain untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

  • Kompres hangat: kompres hangat dapat digunakan setelah periode akut berlalu karena pada awal radang, kompres hangat justru dapat membuat peradangan memburuk.
  • Olahraga: olahraga yang tepat dapat memperbaiki fungsi dan membantu cedera sembuh lebih cepat. Akan tetapi konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau terapis Anda olahraga apa yang tepat dan aman untuk Anda.

Pada peradangan dan cedera sendi kronis, penanganan yang dilakukan diantaranya:

  • Terapi injeksi: injeksi atau suntikan kortikosteroid dapat membantu mengurangi radang sendi dan nyeri.
  • Terapi fisik: Terapi fisik dapat membantu penderita radang sendi untuk dapat kembali melakukan aktivitas dan mencegah kerusakan otot-otot dan struktur di sekitar sendi yang meradang.
  • Terapi lain: Terapi lain yang mungkin dapat membantu mengurangi gejala nyeri misalnya akupuntur, atau pijat. Pijatan di sekitar area sendi yang meradang dapat membantu mengurangi nyeri.

Jangan memijat area yang nyeri pada fase akut, terutama pada radang sendi akibat cedera karena justru dapat memperburuk cedera yang sudah ada

 

 

Referensi:

  • https://integrityspineortho.com/post/4-conditions-that-cause-joint-inflammation
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/joint-inflammation

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari rasa tak nyaman ataupun rasa sakit, salah satunya adala

ARTIKEL KESEHATAN

Penyakit tulang dan sendi seringkali menjadi momok bagi sebagian orang karena gejalanya bisa menimpa siapa saj

ARTIKEL KESEHATAN

Jika Anda mengalami radang sendi. Selain melakukan pengobatan ke dokter ahli, Anda juga bisa melakukan cara ca

ARTIKEL KESEHATAN

Renang merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh semua orang, terutama setelah lama tidak berolahraga akib

Tanya Jawab

Tanya jawab seputar muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) kepada dokter kami

WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui

Flexfree Jakarta Utara

Flexfree Jakarta Selatan

Flexfree Bandung