Terapi Latihan CTS yang Dapat Dilakukan Di Rumah

Senin, 15 Januari 2024
dr. Ferdinand Dennis K.
Senin, 15 Januari 2024
dr. Ferdinand Dennis K.

Kesemutan dan nyeri pada telapak dan jari tangan pasti menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Kesemutan yang terjadi pada tangan merupakan pertanda adanya gangguan atau kerusakan pada saraf tepi.

Salah satu penyebabnya adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Lantas apakah ada terapi latihan untuk mencegah ataupun mengurangi gejala dari CTS? Mari kita simak penjelasannya dibawah.

 

Apa itu Carpal Tunnel Syndrome?

Sebelum kita membahas mengenai terapi latihan CTS, kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai penyakitnya.

Carpal Tunnel adalah sebuah "terowongan" yang terbentuk dari jaringan penghubung antar tulang (ligamen) dan tulang pergelangan tangan (karpal). Dalam terowongan ini terdapat sembilan tendon (pengikat otot pada tulang) fleksor yang berfungsi menekuk semua jari dan satu struktur saraf yaitu saraf medianus.

Saraf medianus berfungsi untuk mengendalikan otot dan memberikan sensai rasa pada jari tangan terutama ibu jari, jari telunjuk dan tengah, serta setengah dari jari manis.

carpal tunnel syndrome

CTS dapat terjadi ketika saraf medianus terhimpit atau tertekan saat melewati terowongan karpal. Umumnya disebabkan akibat jaringan yang mengelilingi saraf membengkak sehingga menekan saraf medianus.

CTS lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria dengan rasio 2-5:1. Kejadian CTS juga lebih sering terjadi pada orang yang menginjak usia 36 hingga 60 tahun.

Kondisi seperti menopause, obesitas, diabetes, penyakit tiroid, penyakit autoimun (rheumatoid arthritis), kelainan keseimbangan cairan tubuh, dan gagal ginjal, mungkin meningkatkan risiko terjadinya CTS.

Penggunaan pergelangan tangan yang berulang seperti pada pekerja kantoran, mengulek, dan mencuci baju manual juga dapat mencetuskan terjadinya CTS.

 

Apa saja tanda dan ciri-ciri seseorang mengalami CTS?

Gejala CTS dapat timbul pada salah satu ataupun kedua tangan. Gejala akan timbul secara bertahap. Gejala yang paling sering dirasakan adalah:

  • Rasa nyeri, kesemutan, terbakar, atau mati rasa pada lengan, pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari-jari tangan terutama area ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan separuh jari manis.
  • Jari-jari tangan atau tangan cenderung sulit untuk digerakkan.
  • Pembengkakan pada bagian tangan yang terdampak.
  • Perubahan warna pada kulit tangan.
  • Pada kasus yang berat, dapat menimbulkan mengecilnya otot telapak tangan hingga kelumpuhan.

Langkah awal yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis CTS adalah dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien.

Beberapa tes pemeriksaan fisik juga dapat membantu dalam mendiagnosis CTS. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah Phalen Test, Reverse Phalen, dan Tinel Test.

Pemeriksaan Phalen Test (Gambar 1) dilakukan dengan cara menekuk pergelangan tangan dan didekatkan selama 30-60 detik, dikatakan mengalami CTS bila didapatkan rasa nyeri atau kesemutan pada jari tangan.

Reverse Phalen (Gambar 2) dilakukan dengan posisi sebaliknya dari Phalen Test dan ditahan selama 30-60 detik, dikatakan mengalami CTS bila didapatkan rasa nyeri atau kesemutan pada jari tangan.

phalen test reverse phalen test

Tinel Test dilakukan dengan cara menepuk daerah pergelangan tangan, dikatakan mengalami CTS bila didapatkan nyeri atau kesemutan pada jari tangan.

tes Tinel

Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis CTS adalah:

  • Teknik pencitraan seperti rontgen, USG, MRI, dan CT scan dilakukan untuk melihat apakah didapatkan penebalan pada saraf, kelainan pada tulang, ataupun kelainan pada jaringan disekitar pergelangan tangan.
  • Elektromiografi atau nerve conduction study (studi konduksi saraf) untuk mengevaluasi aktivitas listrik yang dialirkan ke saraf median.
  • Tes darah untuk mengetahui apakah penyebab yang mendasari CTS disebabkan oleh penyakit yang lain, seperti diabetes, rheumatoid arthritis, atau hipotiroidisme.

Apa yang bisa dilakukan bila sudah mengalami CTS?

Meskipun proses perjalanan penyakitnya bertahap, bagi kebanyakan orang, CTS akan memburuk seiring berjalannya waktu tanpa pengobatan tertentu. Untuk itu, penting untuk dievaluasi dan didiagnosis oleh dokter sejak dini. Pada tahap awal, perkembangan penyakit mungkin bisa diperlambat atau dihentikan.

Jika didiagnosis dan diobati sejak dini, gejala CTS seringkali dapat diredakan tanpa operasi. Modifikasi gaya hidup merupakan hal esensial yang perlu dilakukan pada penderita CTS.

Hal ini penting untuk mengurangi tekanan pada saraf tangan dan pergelangan tangan. Modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan adalah mengurangi aktivitas yang banyak melibatkan pergelangan tangan dan jari-jari tangan, serta jangan lupa untuk istirahat secara berkala.

Selain itu juga penting untuk membuat posisi ergonomis pada tangan saat sedang bekerja sehingga posisi tangan pada posisi lurus tidak banyak tertekuk.

Pada kasus yang ringan-sedang, penggunaan wrist splint untuk menjaga pergelangan tangan agar tidak menekuk dapat digunakan terutama saat malam hari. Pemberian obat-obatan anti nyeri dan pemberian suntikan antiinflamasi juga dapat diberikan untuk mengurangi keluhan.

Terapi latihan CTS juga sama pentingnya dalam pengobatan CTS. Terapi latihan CTS dapat dilakukan di manapun dan kapanpun tanpa menggunakan alat.

Terapi latihan CTS juga dapat dilakukan secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Nerve and Tendon Gliding Exercise adalah salah satu program terapi latihan CTS yang melibatkan mobilisasi sendi dan tendon yang dapat diterapkan dengan melakukan beberapa gerakan pada tangan dan pergelangan tangan.

Terapi latihan CTS ini bertujuan mengurangi tekanan pada saraf di pergelangan tangan. Selain itu juga membantu tendon bergeser ke posisi semula yang dapat meningkatkan ruang gerak pada sendi dan mengoptimalkan fungsi tangan penderita.

Terapi latihan CTS ini dapat dilakukan dalam rentan waktu rata-rata 3-4 minggu, namun hal ini tergantung dari hasil perbaikan gejala.

Terapi latihan dimulai dengan melakukan Wrist Extension Stretch dan Wrist Flexion Stretch terlebih dahulu. Latihan dilakukan dengan cara:

  1. Luruskan lengan dan tekuk pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
  2. Tekan telapak tangan menggunakan tangan lainnya dan tarik ke arah tubuh hingga terasa regangan pada lengan bawah.
  3. Tahan posisi tersebut selama 15 detik, ulangi hingga 5 kali kemudian ganti tangan satunya. 
  4. Latihan dilakukan 4 sesi sehari dan 5-7 kali dalam seminggu 

ekstensi pergelangan tanganfleksi pergelangan tangan

Wrist Extension Stretch (kiri) dan Wrist Flexion Stretch (kanan)

Terapi latihan CTS dilanjutkan dengan Medial Nerve Glides. Sebelum memulai terapi latihan ini, disarankan untuk kompres air hangat pada area telapak dan pergelangan tangan selama 15 menit. Medial Nerve Glides dilakukan dengan cara:

  1. Tangan dikepalkan dengan jempol berada di luar kepalan tangan. 
  2. Buka kepalan dan luruskan jari dengan jempol menempel di samping jari lainnya.
  3. Pertahankan posisi kedua kemudian tekuk pergelangan tangan ke belakang ke arah lengan.
  4. Pertahankan posisi jari-jari dan pergelangan tangan kemudian rentangkan jempol menjauhi keempat jari lainnya.
  5. Pertahankan posisi keempat, lalu arahkan telapak tangan menghadap ke atas.
  6. Lakukan seperti pada posisi keempat lalu gunakan tangan lain untuk  meregangkan jempol dengan perlahan.
  7. Tahan posisi setiap gerakan selama 3-7 detik, ulangi hingga 10-15 kali sehari pada kedua tangan.
  8. Latihan dilakukan 6-7 kali dalam seminggu 

terapi latihan CTS medial nerve glides

Terapi Latihan CTS yang lainnya adalah Tendon Glides. Sebelum memulai terapi latihan, disarankan untuk kompres air hangat pada area telapak dan pergelangan tangan selama 15 menit.

Terapi latihan terdiri dari beberapa gerakan. Gerakan-gerakan ini mungkin menyebabkan tarikan lembut, namun seharusnya tidak menambah rasa nyeri pada gejala.

Terapi latihan Tendon Glides dilakukan dengan cara:

  1. Posisikan tangan dengan pergelangan tangan dan jari diluruskan ke atas.
  2. Tekuk ujung jari ke posisi mengait dengan buku jari mengarah ke atas.
  3. Buat posisi seperti meja dengan menekuk buku jari bagian bawah dan pertahankan jari tetap lurus.
  4. Tekuk jari pada bagian persendian tengah hingga jari-jari menyentuh telapak tangan.
  5. Kepalkan erat tangan dengan jempol di atas jari lainnya.
  6. Tahan posisi setiap gerakan selama 3 detik, dilakukan 5-10 kali dengan repetisi 2-3 sehari pada kedua tangan.
  7. Latihan dilakukan sesuai dengan toleransi kemampuan, namun disarankan untuk frekuensi latihan dapat ditingkatkan seiring waktu.

tendon glides

Sekitar 70% hingga 90% kasus CTS ringan-sedang memberikan respons positif terhadap penatalaksanaan konservatif.

Bila terapi latihan CTS dengan modifikasi gaya dan berbagai modalitas pengobatan tidak berhasil mengurangi gejala, tindakan terapi yang akan disarankan adalah operasi.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561