Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus Tanpa Operasi

Kamis, 18 April 2024
dr. Vidya Hartiansyah
Kamis, 18 April 2024
dr. Vidya Hartiansyah

Di antara ruas-ruas tulang belakang terdapat piringan (diskus intervertebralis) yang berisi bahan yang lunak, yang berfungsi sebagai bantalan pelindung peredam benturan.

Diskus terdiri dari lapisan luar, anulus fibrosus, dan lapisan dalam yang disebut dengan nukleus pulposus.

Hernia nukleus pulposus adalah kondisi ketika nukleus menonjol keluar dari tempatnya melalui robekan anulus fibrosus akibat trauma atau teregang.

hernia nukleus pulposus

Penonjolan nukleus ini dapat menekan atau menjepit dan menyebabkan saraf di sekitarnya meradang, sehingga terjadi gangguan saraf dengan banyak keluhan atau gejala.

Hernia nukleus pulposus (HNP) dapat terjadi di bagian manapun di tulang belakang, tetapi paling sering terjadi di punggung bawah.

Penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Penyebab hernia nukleus pulposus tersering adalah degenerasi, berkaitan dengan pertambahan usia yang terjadi secara perlahan-lahan.

Semakin bertambah usia seseorang, diskus semakin kurang fleksibel dan rentan mengalami robekan atau pecah, bahkan hanya karena regangan ringan.

Kebiasaan mengangkat benda berat dengan cara yang salah (misalnya menggunakan otot punggung bukan otot paha dan tungkai, atau memutar badan saat mengangkat benda berat) dan obesitas dapat menyebabkan terjadinya robekan atau trauma yang cukup berat pada daerah tulang belakang terutama daerah punggung bagian bawah (pinggang).

Proses traumatik seperti kecelakaan juga dapat menyebabkan HNP meskipun jarang.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami hernia nukleus pulpous (HNP), yaitu:

  • Faktor genetik.
  • Berat badan berlebih. Kelebihan berat badan menyebabkan tekanan di diskus punggung bawah lebih besar.
  • Pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang melibatkan gerakan mengangkat, mendorong, menarik, membungkuk ke samping dan memutar punggung yang berulang, lebih berisiko menyebabkan masalah punggung.
  • Sering berkendara. Duduk lama dan getaran dari kendaraan dapat membebani tulang belakang.
  • Gaya hidup tidak aktif (banyak duduk atau berbaring).
  • Merokok. Merokok diperkirakan dapat mengurangi pasokan oksigen ke diskus, sehingga diskus bisa lebih mudah pecah.

Tanda dan Gejala Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Banyak orang yang mengalami HNP tidak merasakan adanya tanda atau gejala.  

Hernia nukleus pulposus yang menyebabkan saraf kejepit dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • Nyeri. Lokasi nyeri bergantung pada saraf yang terjepit. Nyeri bervariasi mulai dari ringan hingga berat sehingga menyulitkan penderitanya bergerak seperti biasanya.
  • Kesemutan dan kelemahan pada satu atau kedua tungkai, atau baal (mati rasa).
  • Kelumpuhan tungkai, bila penekanan saraf sangat berat.

Segera konsultasikan dengan dokter, atau ke rumah sakit, apabila Anda mengalami:

  • Perburukan gejala, yang membuat Anda tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
  • Gangguan kontrol BAK dan BAB.
  • Saddle anesthesia”, yaitu hilangnya sensasi pada paha bagian dalam, bagian belakang tungkai bawah dan sekitar anus yang terjadi secara progresif.

Apakah Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Berbahaya?

Hernia nukleus pulposus dapat terjadi pada ujung saraf tulang belakang, di mana terdapat kumpulan akar saraf yang panjang, yang disebut dengan cauda equina, dan kondisi ini disebut dengan cauda equina syndrome. Kondisi ini jarang terjadi.

cauda equina syndrome

Sumber gambar: cmglaw.com

Cauda equina syndrome tidak mengancam nyawa, tetapi kerusakan yang terjadi dapat permanen. Gejalanya dapat berupa gangguan kendali BAK atau BAB dan kesulitan berhubungan seksual.

Diperlukan pembedahan darurat untuk mencegah kelemahan atau kelumpuhan permanen.

Pemeriksaan untuk Memastikan Diagnosis HNP

Pada sebagian besar kasus, pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit sudah dapat mendiagnosis HNP.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes neurologis untuk memeriksa:

  • refleks
  • kekuatan otot
  • kemampuan berjalan
  • kemampuan untuk merasakan sentuhan ringan, tusukan jarum, atau getaran

Untuk memastikan diagnosis, dilakukan pemeriksaan pencitraan seperti:

  • Rontgen. Pemeriksaan rontgen tidak mendeteksi HNP, tetapi dapat menyingkirkan penyebab lain. Rontgen dapat menunjukkan infeksi, tumor, masalah kesejajaran tulang belakang, atau bila ada tulang yang patah.
  • CT scan.
  • MRI. MRI dapat memastikan lokasi HNP dan mengetahui saraf yang terlibat.
  • Myelogram. Pemeriksaan ini menggunakan cairan pewarna yang disuntikkan ke dalam cairan spinal sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan. Myelogram dapat menunjukkan tekanan pada saraf tulang belakang atau pada saraf-saraf lain akibat HNP multipel atau kondisi lainnya.

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus di Rumah

Bila Anda mencurigai terkena HNP berdasarkan gejala yang dialami, lakukan beberapa cara berikut:

  1. Batasi gerakan
  2. Jangan mengangkat benda berat
  3. Banyak istirahat dan hindari duduk di kursi yang empuk, duduk dan tidur di alas yang keras
  4. Jangan melakukan pemijatan di daerah tulang belakang
  5. Bila memungkinkan, kompres dingin dengan menggunakan ice pack, atau kompres hangat dengan menggunakan heating pad
  6. Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas (baca aturan pakai dan kontraindikasinya)

Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan hernia nukleus pulposus yang tepat.

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus Tanpa Operasi

Pengobatan hernia nukleus pulposus (HNP) dilakukan secara konservatif (tanpa operasi), kecuali masalah saraf yang terjadi sangat berat atau semakin memburuk.

Terapi Konservatif  

  • Membatasi aktivitas berat, penderita hanya boleh melakukan aktivitas ringan (hanya boleh mengangkat beban <2,5–5 Kg dengan menggunakan teknik yang tepat), akan tetapi tirah baring dalam waktu lama tidak direkomendasikan.
  • Obat-obat pereda nyeri (asetaminofen, obat anti radang non-steroid) dapat digunakan untuk meredakan nyeri.
  • Metilprednisolon oral.
  • Gabapentin dan amitriptyline digunakan untuk nyeri neuropati yang sulit diatasi pada pasien tertentu.

Catatan: Jangan mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter sebelumnya.

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di Flex Free Clinic

Di klinik Flex Free, pilihan pengobatan hernia nukleus pulposus (HNP) diantaranya:

  1. ESWT (extracorporeal shockwave therapy).

Terapi ini menggunakan gelombang kejut, yang bertujuan untuk membantu meredakan nyeri.  

  1. Terapi Ultrasound.

Terapi ultrasound dapat memberikan efek pemanasan dalam maupun superfisial, dan efek non termal (selain pemanasan) yang dapat mempengaruhi proses yang terjadi di jaringan atau sel sehingga dapat mempercepat terjadinya pemulihan atau regenerasi jaringan.

  1. Decompression Traction System (Terapi DTS)

Terapi dekompresi spinal adalah satu jenis terapi tanpa operasi yang menggunakan alat tarik khusus untuk mengurangi tekanan yang terdapat di antara ruas tulang belakang dan diskus (bantalan tulang belakang).

Terapi ini merupakan salah satu pilihan pengobatan hernia nukleus pulposus tanpa operasi.

Penggunaan alat ini langsung diawasi oleh dokter spesialis ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi medis (Sp.KFR) dengan sub spesialisasi rehabilitasi muskuloskeletal yang sudah berpengalaman baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kelebihan penggunaan alat ini adalah:

  • mempunyai pola tarikan yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi dan nutrisi diskus atau bantalan pada tulang belakang, yang semuanya diatur dengan sangat presisi oleh komputer
  • dapat menurunkan tekanan intra-diskal tanpa menyebabkan refleks spasme otot
  • memungkinkan untuk dilakukan manipulasi atau latihan untuk stabilisasi tulang belakang

pengobatan hernia nukleus pulposus

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus di Flex Free Clinic

Sekali terapi membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit dengan frekuensi terapi 15–35 kali, terapi bisa dilakukan 2–3 kali per minggu atau bahkan setiap hari, bergantung pada kondisi masing-masing pasien berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Sebagian besar pasien merasa gejala nyeri berkurang setelah terapi setidaknya 6–10 kali. Akan tetapi, berkurangnya nyeri tidak berarti diskus telah sembuh, sehingga penting bagi pasien untuk mengikuti protokol terapi yang dianjurkan dokter untuk mendapatkan manfaat terapi dengan maksimal.

Berdasarkan pengalaman klinis, didapatkan hasil signifikan setelah 20 kali terapi dalam waktu 6 minggu.

Selain mendapatkan terapi, Anda juga akan diajarkan latihan-latihan fisik untuk meregangkan otot punggung oleh fisioterapis kami yang terlatih di bawah pengawasan tim dokter.

Terapi fisik dan latihan di rumah dapat memperbaiki postur tubuh dan menguatkan otot-otot punggung sehingga dapat mengurangi gerakan tulang belakang yang dapat mengiritasi atau menekan akar saraf lebih lanjut.

Latihan-latihan ini bermanfaat untuk mencegah agar kejadian HNP tidak terulang kembali.

Biaya Terapi DTS di Flex Free Clinic

Biaya terapi DTS kurang lebih Rp.500.000,- untuk setiap kali kedatangan.

Terapi Invasif untuk Hernia Nukleus Pulposus 

Pengobatan hernia nukleus pulposus secara invasif dengan operasi dilakukan bila gejala semakin memberat, ada penekanan akut atau sindroma cauda equina, dan nyeri akar saraf yang sangat berat atau ada penurunan sensori.

Apakah setelah Terkena HNP bisa Sembuh?

HNP dapat sembuh selama penonjolan tidak terlalu berat dan penderitanya segera mendapatkan pengobatan hernia nukleus pulposus dengan tepat.

Bila penanganan tidak tepat, penyakit dapat berulang karena aktivitas atau gerakan yang kita lakukan, bahkan hanya dengan aktivitas sehari-hari, dan dapat semakin berat bila faktor-faktor risiko tidak dihindari.

Pencegahan Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Risiko terjadinya HNP meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, bila seseorang memiliki faktor-faktor risiko yang telah disebutkan di atas, kemungkinannya akan semakin tinggi.

Akan tetapi ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena HNP, seperti:

  • Olahraga memperkuat otot yang dapat menstabilkan dan menyokong tulang belakang lebih baik.
  • Menjaga postur tubuh yang baik untuk mengurangi tekanan di tulang belakang dan diskus intervertebralis.
  • Menjaga postur tubuh tegak, terutama saat duduk lama.
  • Mengangkat benda berat dengan posisi yang benar, dengan lebih bertumpu pada kaki bukan punggung.
  • Menjaga berat badan sehat.

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561