Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, misalnya otot, tendon, tulang, atau tulang rawan. Saraf kejepit sering menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri, kesemutan, atau mati rasa.
Saraf kejepit sebenarnya bukanlah diagnosis secara teknis, karena merupakan kondisi yang terjadi akibat penyakit lain. Jika tidak ditangani dengan tepat, saraf terjepit dapat mengganggu kualitas hidup sehari-hari.
Secara umum, gejala atau tanda-tanda saraf yang terjepit antara lain:
Keluhan yang berkaitan dengan saraf kejepit dapat memburuk ketika tidur.
Gejala atau tanda saraf kejepit dapat berbeda-beda bergantung lokasi saraf yang terjepit, diantaranya:
Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila terdapat tanda-tanda seperti berikut ini:
Saraf kejepit biasanya dapat diatasi dengan penanganan konvensional, seperti istirahat, obat-obatan anti nyeri yang dijual bebas, dan terapi fisik. Operasi adalah upaya terakhir dalam mengatasi masalah saraf kejepit. Operasi dilakukan bila penanganan konservatif tidak dapat meredakan keluhan. Hanya sedikit pasien saraf kejepit yang memerlukan pembedahan atau operasi.
Di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic, terdapat layanan fisioterapi untuk membantu mengatasi masalah saraf kejepit. Fisioterapi yang diberikan pada setiap pasien dapat berbeda-beda, sesuai dengan keluhan dan kondisi masing-masing pasien.
Tujuan tindakan fisioterapi adalah untuk membantu mengurangi rasa nyeri, merelaksasi otot yang seringkali menegang atau kaku akibat menahan sakit atau menahan gerakan tertentu, memperbaiki gerak otot dan sendi, dan membantu mengurangi konsumsi obat anti nyeri.
Beberapa jenis fisioterapi yang terdapat di Flex Free Clinic adalah sebagai berikut.
Perawatan dengan terapi laser cukup efektif untuk mengatasi nyeri akibat saraf yang terjepit. Laser yang digunakan untuk fisioterapi nyeri berbeda dengan laser yang digunakan untuk kulit atau pada operasi.
Selain laser, terapi lainnya yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri pada saraf kejepit adalah dengan terapi ultrasound.
Terapi stimulasi listrik juga digunakan untuk membantu mengurangi nyeri. Selain itu, terapi ini dapat membantu mengatasi kaku otot, mengedukasi ulang otot dan mengatasi kelamahan otot akibat gangguan saraf.

Terapi dekompresi adalah terapi untuk mengurangi tekanan yang terdapat di antara ruas-ruas tulang belakang yang mengakibatkan nyeri dan jepitan saraf tulang belakang.
Terapi ini dilakukan menggunakan alat yaitu Triton-DTS dan merupakan penanganan terkini untuk terapi saraf kejepit tanpa operasi. Triton-DTS akan memberikan tarikan pada tulang belakang secara ritmis dengan pola tertentu secara presisi, yang diatur oleh komputer, sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan dokter. Dengan penarikan ini, penonjolan diskus tulang belakang (yang menyebabkan saraf terjepit) dapat kembali masuk (akibat efek vakum), sehingga tekanan intra-diskal menurun, dan gejala-gejala saraf terjepit akhirnya menghilang.
(Baca lebih lanjut mengenai terapi ini dalam artikel Terapi Dekompresi Spinal)
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561Klinik Flex-Free Tangerang
Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277