ARTIKEL : PRP sebagai Terapi Regenerative Otot, Tulang, Sendi

04 April 2019
dr Gaby Venera

PRP sebagai Terapi Regenerative Otot, Tulang, Sendi

Saat ini sedang populer mengenai pengobatan dengan terapi PRP (Platelet Rich Plasma) yang dapat digunakan untuk menumbuhkan jaringan yang rusak dan merangsang terjadinya proses penyembuhan secara alamiah. PRP merupakan suatu plasma yang memiliki konsentrasi trombosit yang tinggi melalui proses sentrifugasi dalam mesin khusus dengan menggunakan darah autologous (darah diambil dari tubuh sendiri). Oleh karena PRP merupakan darah autologous, maka PRP bebas dari penyakit yang ditularkan lewat darah seperti HIV dan hepatitis. Saat ini, PRP menjadi terapi regeneratif yang digunakan dalam pengobatan muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) maupun dalam peremajaan kulit. Terapi regeneratif PRP dapat diberikan pada semua kasus otot, tulang, sendi terutama pada struktur-struktur yang mempunyai potensi kesembuhan yang rendah, misal: tendon, ligamen, tulang rawan dan saraf.  Kelainan pada struktur-struktur ini dapat berupa proses degeneratif maupun robek dimana terdapat nyeri dengan durasi 3-6 bulan, tidak membaik dengan pengobatan konservatif yang ada seperti fisioterapi maupun obat-obatan.

terapi regeneratif PRP

 

Jumlah trombosit yang tinggi di dalam PRP akan mengeluarkan berbagai faktor pertumbuhan (growth factors) yang berperan merangsang proses penyembuhan atau pertumbuhan pada jaringan yang sakit terutama pada jaringan yang memiliki kemampuan penyembuhan yang rendah. Faktor- faktor pertumbuhan yang terkandung dalam PRP akan menstimulasi proliferasi selular tetapi tidak mencetuskan kanker sebab faktor pertumbuhan adalah protein normal yang meningkatkan kerja sel normal.

 

PRP tidak sama dengan stemcell atau sel punca. Stemcell atau sel punca adalah sel yang diambil dari tubuh kita, bisa dari lemak, sumsum tulang maupun dari darah dimana sel ini masih bersifat murni belum berkembang menjadi sel-sel yang lain dan mempunyai potensi untuk bereplikasi atau berkembang menjadi jaringan sesuai kebutuhan.

 

Pada dasarnya terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi sangatlah aman karena menggunakan darah kita sendiri, bukan darah orang lain meskipun demikian ada beberapa kontraindikasi yang akan diperhatikan oleh dokter sebagai pertimbangan dalam pemberian terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi, yaitu :

Keadaan infeksi lokal maupun sistemik

Kondisi dengan daya tahan tubuh yang lemah (mis: penderita TBC, penderita HIV

Gangguan pembekuan darah

Penderita dengan prostesis metal yang ditanam di dalam sendi.

Penderita anemia dengan Hb <11mg/dl ataupun penderita dengan jumlah trombosit yang kurang yaitu <150.000.

Penderita dementia, tidak kooperatif atau penurunan kesadaran yang tidak bisa mengikuti perintah setelah pemberian maupun pada saat pemberian terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi.

Efek samping dari terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi tidak membahayakan jiwa,beberapa efek samping yang terjadi berupa; ada saat injeksi akan dirasakan sedikit pegal dan nyeri yang akan menghilang dalam waktu 2-3 hari, untuk injeksi daerah tendon rasa kaku, nyeri dan pegal akan berkurang dalam waktu kurang lebih 1 minggu.

 

Syarat dari PRP yang baik atau PRP yang dapat memberikan hasil pengobatan yang baik adalah :

Jumlah kenaikan trombosit yang ada di dalam PRP tersebut setelah diproses harus minimal meningkat > 4 kali dari jumlah trombosit di dalam darah sebelum diproses menjadi PRP. Berbagai penelitian mengatakan bahwa jumlah trombosit di dalam PRP yang peningkatannya < 4 kali dibanding jumlah trombosit di dalam darah sebelum diproses tidak akan memberikan efek terapi apa-apa.

PRP yang dihasilkan harus bersifat steril yaitu tidak berpotensi menyebabkan infeksi dan harus bersifat non pyrogen yaitu tidak menimbulkan demam pada penderita yang mendapatkan terapi ini. Oleh karena itu, mesin PRP harus tersertifikasimenggunakan material sekali pakai yang pyrogen free.

Proses pembuatan PRP harus menggunakan mesin yang dapat melakukan 2 kali pemutaran sekaligus dimana pemutaran pertama berfungsi untuk memisahkan sel darah merah dengan plasma yang mengandung trombosit, leukosit dan faktor-faktor pembekuan darah dan pemutaran kedua yang berfungsi memisahkan trombosit dengan leukosit dan sisa sel darah merah yang ada. Tidak semua mesin PRP dapat melakukan 2 kali pemutaran ini.

Banyak alat pemroduksi PRP yang berada di pasaran saat ini tetapi hanya ada 5 yang sudah mendapatkan sertifikasi dan approval dari FDA dan internasional. Salah satu alat pemroduksi PRP yang baik adalah Magellan TruPRP.

Proses terapi regenratif PRP otot, tulang, sendi

 

Persiapan yang harus dilakukan sebelum mendapatkan terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi meliputi cukup istirahat, hindari stress, hindari aktifitas berlebih, makan yang bergizi dan banyak minum air putih 2-3 hari sebelum terapi, periksa darah rutin dan pemeriksaan darah lain yang diperlukan untuk melihat kualitas darah dan menyingkirkan adanya kemungkinan infeksi, peradangan akut maupun faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan tindakan injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi. Pemeriksaan ini dilakukan 2-3 hari sebelum tindakan injeksi. (dokter yang memberikan surat pengantar pemeriksaan), hentikan konsumsi obat-obatan anti inflamasi atau NSAIDs (seperti Celebrex, meloxicam, arcoxia, ponstan dll) dan kortikosteroid (seperti dexamethasone, methylprednisolone dll) 2 minggu sebelum melakukan tindakan terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi.

Area terapi regerantif otot, tulang sendiArea Terapi regeneratif PRP

Proses pembuatan PRP ini akan memakan waktu 15 menit dengan menggunakan mesin PRP yang sudah terstandarisasi internasional dan sudah diakui oleh FDA, menggunakan kit yang steril yang hanya bisa digunakan dalam waktu sehari pada penderita yang sama, dan tidak bisa digunakan untuk orang lain. Jumlah darah yang akan diambil sangat bervariasi tergantung dosis yang dokter tentukan, secara umum jumlah darah yang akan diambil bisa 30cc, 45 cc atau 52cc dan jumlah PRP yang dihasilkan juga bervariasi tergantung dosis yang ditentukan dokter, bisa sebanyak 3cc, 4 cc atau 5cc.

Setelah pemrosesan PRP selesai maka akan dilakukan tindakan injeksi PRP ke daerah yang mengalami kelainan dengan menggunakan panduan USG. Keseluruhan proses terapi PRP dari pengambilan darah, pemrosesan darah dan injeksi adalah 30 menit.

 

Beberapa hal yang menentukan berapa kali injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi harus diberikan, yaitu :

Berapa kenaikan jumlah trombosit di dalam PRP tersebut. Jika kenaikan jumlah trombositnya sedikit maka injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi harus dilakukan berulang-ulang atau diulang setiap beberapa waktu, jika kenaikan jumlah trombositnya banyak dimana sesuai dengan kriteria PRP yang baik yang sudah disebutkan di atas yaitu minimal meningkat > 4 kali dibandingkan jumlah trombosit di dalam darah sebelum pemrosesan PRP maka pemberian injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi cukup sekali. Hal ini juga yang membedakan kualitas PRP yang dihasilkan oleh berbagai alat yang ada di pasaran, alat PRP yang baik yang sudah mendapatkan sertifikasi dan approval dari FDA dan internasional seperti Magellan TruPRP memiliki jumlah kenaikan trombosit yang besar sehingga akan memberikan efek terapi yang lebih baik dan pemberiannya pun cukup sekali injeksi.

Kondisi kelainan yang ada, usia dan respon yang berbeda untuk setiap penderita.

Biasanya dokter akan melakukan pemantauan paska injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi, jika dalam waktu 3-6 bulan perubahan yang terjadi <50% maka dokter akan memberikan injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi ulang dan jika dalam waktu 3-6 bulan setelah injeksi PRP kedua juga tidak ada perubahan yang signifikan atau <50% maka dokter tidak akan memberikan injeksi PRP berikutnya dan akan melakukan evaluasi ulang untuk melihat kemungkinan kelainan yang terjadi atau pun kemungkinan diagnosis yang lain.

Angka keberhasilan terapi injeksi terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi secara general adalah 70-75%. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti yang sudah dijelaskan di atas yaitu usia, kualitas PRP yang digunakan, teknik injeksi PRP yang digunakan, kondisi kelainan yang ada, dan faktor penyakit penyerta yang ada. Terapi regeneratif PRP otot, tulang, sendi ini harus dilanjutkan dengan program rehabilitasi medik, perubahan gaya hidup dan yang lainnya, mengingat penyakit atau kelainan dalam bidang muskuloskeletal biasanya bersifat kronik dan proses degeneratif sehingga memerlukan penanganan secara komprehensif.