Penanganan skoliosis

18 Maret 2020 , dr. Ferius Soewito, SpKFR
18 Maret 2020
dr. Ferius Soewito, SpKFR

Klinik Flex-Free, Jakarta

Skoliosis didefinisikan sebagai kelainan tulang belakang dalam tiga dimensi, artinya dapat miring ke kanan atau ke kiri, berkurangnya kelengkungan tulang belakang dada (hipokifosis torakal), berkurangnya kelengkungan tulang belakang pinggang (hipokifosis lumbal), serta gangguan perputaran tulang belakang.

Pada anak-anak, scoliosis dapat tanpa gejala, sehingga masalah yang dibawa adalah masalah estetik, sementara pada dewasa biasanya dengan gejala nyeri, kesemutan dan kebas pada kaki, bahkan kelemahan.

Selain itu, skoliosis juga dapat menyebabkan masalah pada alat gerak lain, seperti perbedaan panjang tungkai, masalah pada panggul, lutut pergelangan kaki serta kelainan kelengkungan kaki.

Di Klinik Flexfree, kami dapat melakukan pemeriksaan kesegarisan tulang, pemeriksaan putaran tulang belakang, kemiringan panggul, perbedaan panjang tungkai serta bentuk kaki.

Penanganan yang dapat dilakukan berupa latihan scoliosis, konsultasi aktivitas yang dapat dan tidak boleh dilakukan, pemasangan brace (rigid dan dynamic),

pembuatan insole khusus, koreksi kelengkungan kaki, serta penanganan komplikasi seperti nyeri pinggang, pinggul, lutut dan pergelangan kaki.

Penanganan itu semua dilakukan oleh tim dokter untuk mengoreksi kelainan struktural tubuh lain yang dapat memicu terjadinya skoliosis non struktural, serta memperlambat atau menghentikan proses pelengkungan (progresivitas) abnormal tulang belakang.

Sehingga tidak berdampak pada organ-organ lain, seperti organ pernapasan.

Informasi CS Hub. 085858646477