Pengobatan Saraf Kejepit di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic

29 Juli 2020 , Flex Free
29 Juli 2020
Flex Free

Definisi saraf kejepit

Saraf kejepit adalah saraf yang tertekan oleh jaringan di sekitarnya, misalnya otot, tendon, tulang, atau tulang rawan.

Sebagian besar kasus terjadi di leher, punggung atas atau punggung bawah.

Akan tetapi juga bisa terjadi di tangan, siku dan pergelangan tangan.

Gejala saraf kejepit

Gejala umum dari saraf yang kejepit antara lain nyeri, baal dan kesemutan.

Gejala lainnya misalnya:

  1. Rasa kesemutan, seperti terbakar, baal (kebas) atau nyeri yang menjalar ke tungkai bawah.
  2. Nyeri menjalar dari leher ke lengan.
  3. Nyeri tajam seperti ditusuk jarum.

Nyeri seperti ditusuk jarum terjadi ketika saraf kejepit atau mengalami iritasi.

Sinyal antara saraf dan otak tidak sepenuhnya terputus, tetapi mengalami gangguan sehingga muncul gejala yang mengganggu.

CTS - carpal tunnel syndrome

Gejala ini sering menjadi indikator awal dari sindroma terowongan karpal.

  1. Nyeri yang berubah ketika Anda berubah posisi.
  2. Kelemahan otot.
  3. Area yang terkena dapat terasa lemah tidak ada tenaga untuk bergerak
  4. Tidak kuat menggenggam.

Gejala dapat memburuk ketika berbaring atau sesaat setelah bangun tidur.

Bahaya saraf kejepit

Sebagian besar penyakit ini hanya bersifat sementara sehingga tidak berbahaya.

Pada kasus-kasus khusus dapat membahayakan karena kerusakan saraf dapat terjadi permanen.

Gejala yang berbahaya dan memerlukan penanganan segera misalnya:

  1. Masalah pada buang air kecil atau buang air besar.
  2. Tidak dapat menggenggam atau mudah menjatuhkan benda-benda.
  3. Tungkai atas atau bawah yang tidak bisa digerakkan.

Pengobatan saraf kejepit di klinik flex free

Sebelum menentukan pengobatan saraf kejepit, dokter akan menanyakan riwayat penyakit sebelumnya.

Kemudian diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya dengan MRI, atau computerized axial tomography (CAT) scan, untuk mendapatkan gambaran saraf yang lebih jelas.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu menentukan terapi yang diperlukan, apakah dengan antinyeri, kortikosteroid, terapi fisik, atau pada kasus yang berat dengan pembedahan.

Untuk pengobatan saraf kejepit awal, dokter akan memberikan terapi konservatif.

Namun bila kondisi pasien sudah tidak memungkinkan untuk mendapat terapi konservatif, atau ada risiko kondisi memburuk, pasien akan langsung diberikan terapi intervensi atau dirujuk ke dokter spesialis ortopedi atau bedah saraf.

  1. Untuk pengobatan saraf kejepit secara konservatif, dokter akan memberikan obat antinyeri untuk diminum atau disuntik apabila nyeri dirasakan sangat berat.

Biasanya obat diberikan selama 5 hari disertai dengan tindakan fisioterapi dan edukasi exercise khusus.

  1. Fisioterapi

Tujuan pemberian fisioterapi ini adalah untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan relaksasi otot, memperbaiki gerak otot dan persendian, mengurangi pembengkakan otot, serta mengurangi keperluan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri.

Di klinik Flex Free, pengobatan saraf kejepit dengan fisioterapi antara lain dengan:

  • Terapi laser

terapi laser

Jenis laser yang digunakan berbeda dengan laser yang digunakan pada kulit dan pada operasi.

Laser yang digunakan dapat menembus lebih dalam dibandingkan dengan laser yang digunakan pada kulit,

dan berbeda dengan laser pada operasi, laser yang digunakan tidak memiliki dampak merusak/memotong melainkan memiliki efek anti radang, anti nyeri dan regenerasi jaringan.

  • Terapi ultrasound

terapi ultrasound

Terapi ultrasound dapat memberikan efek termal atau efek pemanasan dalam maupun superfisial,

dan efek non termal (efek mekanik yang dapat berfungsi untuk memasukan jenis obat tertentu, efek pemijatan dan efek biologis yang dapat mempengaruhi proses yang terjadi di jaringan atau sel sehingga dapat mempercepat terjadinya pemulihan atau regenerasi jaringan).

  • Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)

terapi stimulasi listrik

Terapi stimulasi listrik atau electrical stimulation (ES), adalah salah satu jenis terapi yang menggunakan aliran listrik dengan berbagai macam jenis frekuensi, amplitudo dan karakteristik aliran listrik tertentu yang dialirkan melalui kulit dengan perantaraan pad (elektroda dengan lapisan gel di atasnya atau elektroda tertentu dengan bahan tertentu) atau dengan elektroda transduser khusus (berbentuk seperti pulpen) untuk tujuan terapi dalam bidang rehabilitasi muskuloskeletal.

Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan nyeri dan membantu menangani kelemahan otot karena gangguan saraf.

  • Traksi dengan Triton-DTS

Triton-DTS (Decompression Traction Stabilization) adalah alat terapi dekompresi spinal yang menggunakan prinsip tarik seperti alat traksi tetapi berbeda dengan alat traksi biasa.

pengobatan saraf kejepit dengan DTS

Pengobatan Saraf Kejepit di Flex Free Musculoskeletal Rehabilitation Clinic

Perbedaan Triton-DTS dengan alat traksi biasa:

  1. memiliki program tarikan yang sangat presisi,
  2. dapat menurunkan tekanan intra-diskal tanpa menyebabkan refleks spasme otot (proses penarikan otot akan mengaktifkan sensor propriosepsi yang terjadi pada penggunaan alat traksi biasa),
  3. mempunyai pola tarikan yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi dan nutrisi diskus atau bantalan pada tulang belakang.
  4. memungkinkan untuk dilakukan manipulasi atau latihan untuk stabilisasi tulang belakang.

Terapi ini adalah pengobatan saraf kejepit terkini yang dapat membantu penyembuhan.

Program traksi ini dilakukan sesuai dengan tempat penyempitan dan derajat keparahan penjepitan.

Triton-DTS akan memberikan tarikan pada tulang belakang secara ritmis dengan pola tarikan.

Efek tarikan terapi saraf terjepit DTS ini akan memberikan efek vakum pada diskus sehingga pada saat ditarik, material yang sudah keluar atau terlepas dari diskus (penonjolan diskus) yang menyebabkan penjepitan saraf akan kembali masuk.

Kasus yang dapat ditangani dengan Triton-DTS

  1. Kelainan diskus degeneratif, herniasi atau penonjolan baik tunggal maupun multipel.
  2. Nyeri punggung bawah maupun atas karena otot-otot yang tegang, kelainan sendi faset atau pergeseran tulang belakang.
  3. Nyeri skiatika.
  4. Nyeri leher dan kepala karena otot yang tegang.
  5. Nyeri dan kesemutan yang menjalar sampai kedua tungkai atau kedua tangan.
  6. Nyeri yang timbul beberapa lama setelah operasi tulang belakang dengan indikasi herniasi diskus.

Pada saat menjalani terapi ini, pasien akan merasa sangat nyaman dan tidak merasakan nyeri.

Pasien tidak akan merasa ditarik seperti menggunakan alat traksi konvensional karena tarikannya dapat bersifat segmental dan menggunakan program komputer yang sangat presisi dan akurat. 

Pengobatan saraf kejepit dengan DTS diberikan 3-4 kali per minggu dengan total 10-15 sesi (total 3-4 minggu).

Pada setiap sesi terapi, traksi diberikan selama 15-20 menit, kekuatan traksi menyesuaikan berat badan, gejala, dan kenyamanan pasien.

 

 

Referensi:

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6481-pinched-nerves
  • https://www.3hsurgery.com/blog/back-pain-when-to-operate (Cover)
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/symptoms-causes/syc-20354746
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320045

Artikel lain

ARTIKEL KESEHATAN

Banyak orang yang menganggap kelumpuhan sebelah wajah selalu terjadi akibat stroke. Padahal, kelumpuhan sebela

ARTIKEL KESEHATAN

Mengapa Sakit Punggung Bawah (Low Back Pain) dan Sakit Leher Penting? Diperkirakan angka kejadian sakit pun

ARTIKEL KESEHATAN

Apa itu Hernia Nucleus Pulposus? Tulang belakang terdiri dari 33 buah tulang dan diantara terdapat suatu ba

ARTIKEL KESEHATAN

Peradangan pada tendon di daerah siku bagian dalam dapat menimbulkan rasa kaku dan nyeri yang terkadang menjal

Informasi CS Hub. 085858646477